Dilongok dari Reader's Digest, Selasa (12/11/2013) inilah 7 mitos tentang traveling yang bisa menyesatkan:
Mitos 1: Pesan tiket jauh hari sebelum keberangkatan agar murah
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyatanya tidak, membeli tiket dekat hari H, bisa jadi masih murah. Anggapan seperti itu memang dipercaya sekali pada tahun 1960-an, karena ketika itu penerbangan masih jarang. Tapi sekarang sudah ada banyak maskapai dan pesawat tersedia. Anda pun bisa memilih berbagai jenis maskapai dengan harga yang sesuai tanpa harus memesan jauh-jauh hari.
Mitos 2: Selalu percaya informasi dari penduduk lokal
Ketika bingung mencari alamat atau informasi mengenai di destinasi tujuan, turis biasanya akan langsung bertanya pada penduduk lokal. Mereka pun akan percaya dengan segala informasi yang diberikan, dengan alasan penduduk lokal pasti lebih tahu mengenasi destinasi tujuan.
Lagi-lagi anggapan ini tidak selamanya benar. Penduduk lokal bisa jadi tidak tahu dengan pertanyaan Anda. Jika bertanya soal arah jalan, bisa jadi pula penduduk lokal tidak tahu dan menjawab asal-asalan. Sebaiknya, setelah bertanya cek lagi di internet untuk memastikan.
Mitos 3: Duty free harganya murah
Belanja di Duty Free dianggap lebih murah karena traveler tak harus membayar pajak. Namun, ternyata harga yang dijual Duty Free tidak jauh berbeda dengan Anda membeli barang di toko lokal.
Sebagai contoh adalah harga parfum atau kacamata dengan merek terkenal. Kedua harga barang ini akan sama mahalnya antara di Duty Free dan di toko lokal. Ini karena harga barang di bandara tentu akan dinaikkan berkali lipat ketimbang di luar bandara.
Mitos 4: Harga kamar hotel di situs traveling lebih murah
Memesan kamar hotel lewat situs perjalanan seringkali dianggap lebih murah ketimbang memesan langsung. Padahal, hal ini tidak selalu benar.
Adakalanya memesan kamar langsung ke hotel lebih murah. Ketika memesan langsung, turis bisa saja mendapat potongan harga, seperti yang dikatakan Hotel InterContinental dan Wyndham. Ini karena promo yang diberikan hotel untuk setiap pemesanan langsung. Diskon ini pun tidak ada di situs perjalanan.
Mitos 5: Udara di pesawat membuat sakit
Udara di pesawat kerap dianggap menimbulkan penyakit karena udara di sana dianggap tidak mengalami sirkulasi yang baik. Padahal, udara di pesawat sudah mengalami penyaringan dengan baik. Bakteri yang ada di udara pun sudah hilang melalui sistem filter ini.
Lalu apa yang membuat bisa sakit setelah naik pesawat? Bisa jadi penyakit timbul dari bakteri yang menempel di bangku, toilet atau sandaran kepala dan tersentuh Anda.
Mitos 6: Takut destinasi penuh pengunjung? Datang lebih awal
Buku panduan perjalanan banyak yang mengatakan kalau ingin menghindari destinasi penuh pengunjung, datanglah lebih awal. Faktanya, destinasi seperti Angkor Wat akan selalu penuh pengunjung sepanjang hari.
Untuk itu, solusi untuk traveler yang menghindari keramaian, datang ketika orang-orang enggan datang. Contohnya datanglah ketika siang hari. Saat itu matahari akan sangat terik, kemungkinan banyak turis yang malas datang ke destinasi untuk berpanas-panasan.
Mitos 7: Jajanan pinggir jalan tidak sehat
Rasanya hampir seluruh traveler akan menyempatkan diri untuk menikmati jajanan di pinggir jalan. Tapi tak sedikit pula yang mengatakan jajanan tersebut tidak menyehatkan dan lebih aman jika makan di rumah makan atau restoran.
Kenyataannya, makanan di restoran belum tentu lebih bersih dari kios pinggir jalan. Anda tidak pernah tahu bagaimana pelayan restoran mempersiapkan makanan di dapur. Sedangkan kios pinggir jalan biasanya akan memasak makanan langsung di hadapan Anda.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong