"Dalam beberapa waktu terakhir, banyak studi yang dimunculkan untuk menggaris bawahi pentingnya pariwisata. Untuk itu, tiap negara mulai mengembangkan pariwisata," ucap Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam acara Workshop Eksistensi Ilmu dan Program Studi S1, di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (13/4/2014).
Banyak langkah dilakukan Kemenparekraf untuk ikut mengembangkan pariwisata. Salah satu langkah yang diambil melalui bidang pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari mengatakan, untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab diperlukan SDM pariwisata profesional di semua tataran. Pemenuhan akan kebutuhan SDM pariwisata profesional tak cukup melalui sertifikasi tenaga kerja pariwisata dan pendidikan vokasi, tapi juga melalui jalur pendidikan akademis baik pada tingkat S1, S2 maupun S3.
"Bukan cuma di Diploma, tapi juga sarjana sains terapan. Karena itu, kita perlu banyak sarjana di bidang pariwisata," lanjut Mari.
Sebagai catatan, pada tahun 2013, daya saing kepariwisataan Indonesia secara keseluruhan membaik peringkatnya. Pada tahun 2013, Indonesia berada pada peringkat ke 70 dari 140 negara berdasarkan World Economic Forum (WEF) dalam laporan Travel and Tourism Competitivenes 2013.
Meski begitu, daya saing SDM kepariwisataan Indonesia menurut WEF menduduki peringkat ke-61 dengan skor indeks 4,9 dari 140 negara. "Ini artinya kita harus terus meningkatkan kualitas SDM kepariwisataan kita apalagi menjelang dilaksanakannya ASEAN Economic Community pada tahun 2015," kata Mari.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Dikti Kemendikbud, Prof Dr Djoko Santoso mengatakan ada kebutuhan banyak lulusan dari bidang pariwisata. "Yang dibutuhkan itu D1, D2, D3, D4 atau disebut juga S1 Terapan, Magister, Magister Terapan, Doktor dan Doktor Terapan," tutur Djoko.
Dengan demikian, diharapkan semakin banyak pelaku pariwisata di Indonesia yang memiliki kualifikasi yang kompeten. Selain itu, pelaku bersertifikasi juga diharapkan semakin banyak.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal