"Pengunjung yang datang ke stan kita bisa dapat info terbaru dan saran perjalanan ke Thailand," kata Marketing Manager Tourism Authority Thailand, Indra Nugraha di stan TAT, pameran ITHF 2014, JCC, Jakarta, Sabtu (1/3/2014)
Indra mengatakan dari kemarin orang mampir ke booth TAT pasti hal pertama yang ditanyakan soal situasi Bangkok yang masih huru-hara beberapa minggu terakhir. Tapi TAT punya cara lain untuk mengalihkan perhatian wisatawan untuk tetap pergi ke Thailand, tapi ke objek wisata lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Chiang Rai wisatawan bisa menyeberang ke Laos dan Myanmar, bertemu orang-orang suku leher panjang, dan kuil putih satu-satunya di dunia. Padahal kuil itu 15 tahun lalu tak boleh ada turis lho," tambah Indra.
Keunggulan Kota Chiang Rai yakni menawarkan alam yang cukup cantik. Objek ikonik antara lain kuil kuno dan pegunungan.
Dari Kota Chiang Mai, treveler akan menempuh perjalanan darat kurang lebih 1,5 jam menuju Chiang Rai. Bulan Desember-Februari adalah bulan terbaik berkunjung ke sana karena musim salju.
Paket liburan ke Chiang Rai dibanderol harga sekitar Rp 4.850.000, termasuk tiket pesawat PP. Sebelumnya wisatawan bisa juga menikmati Kota Chiang Mai lebih dulu.
Selain destinasi yang menggoda, Thailand juga kaya kuliner. Di booth pameran TAT juga mengenalkan restoran dan hotel halal di Thailand.
"Ada banyak pilihan restoran, yang paling gampang itu wisatawan tinggal pergi ke food court. Di sana pasti ada 2 stan yg memasang logo halal," kata Indra
Selain memberi tips dan info mengenai destinasi Thailand, ternyata TAT juga menyumbangkan hiburan tari-tarian budaya di panggung hiburan pameran ITHF 2014 lho. Ayo kalau traveler bersiap liburan ke Thailand, segera merapat ke booth TAT.
Pameran travel terbesar di Indonesia ini berlangsung dari kemarin, 28 Februari hingga 2 Maret 2014 di JCC. Yuk serbu!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?
Timur Tengah Memanas, Ribuan Penumpang Kapal Pesiar Gagal Berlayar