Banyak wisatawan tidak lagi datang ke Iran setelah Revolusi Islam pada tahun 1979. Iran menutup diri dengan menyusahkan segala hal yang berhubungan dengan kunjungan ke negara mereka. Negara asal para turis pun wanti-wanti warganya untuk tidak melancong ke sana karena bahaya.
Namun, titik cerah dalam dunia pariwisata mulai terlihat. Hassan Rouhani yang menjadi Presiden Iran sejak Agustus 2013 lalu, menggalakkan kampanye untuk memberi keleluasaan pada wisatawan yang ingin berkunjung, demikian ditengok dari CNN, Senin (20/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, jumlah kunjungan turis yang datang ke Iran naik sebesar 215% selama setahun ini. Sungguh angka yang mengagumkan!
"Semenjak Hassan Rouhani jadi presiden, banyak yang berpikir Iran telah berubah, mereka datang dan ingin melihat perbedaannya," ujar seorang marketing hotel di Teheran, Zahra Manafzadeh, seperti dikutip dari CNN.
Hal ini sudah dirasakan langsung oleh para pekerja di industri perhotelan. Salah satunya Jaber, seorang porter yang bekerja di Hotel Azadi, Tehran.
Menurutnya, kemajuan sangat ia rasakan akhir-akhir ini. Lantaran ia sangat sibuk mengantar koper dari lobi ke ruangan para tamu. Namun masalah selanjutnya adalah hotel.
Di kota besar seperti Teheran, hanya ada 3 hotel bintang lima saja di sana. Maka, industri hotel pun rencananya akan memperlebar sayap untuk membangun lebih banyak hotel di kemudian hari.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?
Timur Tengah Memanas, Ribuan Penumpang Kapal Pesiar Gagal Berlayar