TripAdvisor baru saja mengeluarkan TripBarometer yang memfokuskan diri pada psikologi perjalanan. Dari rilis yang diterima detikTravel, Kamis (25/9/2014), ada 53 ribu responden yang mengikuti penelitian ini. Ada 8 kategori motivasi mengapa traveler ingin pergi liburan.
Yang pertama adalah kebebasan. Dalam kategori ini, traveler ingin menikmati kehidupan seutuhnya, dan juga merasa lepas dan bebas. Ada sektiar 62% responden yang memilih motivasi ini untuk pergi liburan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya adalah hubungan, menikmati momen dengan orang terkasih sekaligus menguatkan hubungan yang sudah ada. Movitasi selanjutnya adalah harmoni. Salah satu alasan mengapa harus pergi liburan adalah untuk mengembalikan harmoni atau keseimbangan. Bisa juga menjadi merasa dijaga atau dirawat oleh teman atau pasangan perjalanan Anda.
Merasa hidup terlalu berantakan? Cobalah pergi liburan. Karena dengan liburan waktu luang akan semakin banyak dibanding hari biasa. Dari sana, bisa memikirkan dan mendapatkan kembali kendali atas hidup Anda.
Motivasi lainnya adalah meningkatkan perspektif. Dengan pergi liburan, Anda bisa mendapat banyak pengalaman unik dan menarik serta semakin memahami dunia. Ini jadi motivasi utama para traveler, setidaknya ada 71 responden yang memilih motivasi ini untuk pergi liburan.
Ada pula motivasi yang cukup lucu yaitu kemewahan. Dengan pergi liburan, traveler bisa memiliki pengalaman yang membuat orang lain iri. Motivasi ini juga bisa membuat traveler yang pergi merasa spesial.
Terakhir adalah kegembiraan. Mungkin tidak semua traveler bisa bergembira di kehidupan sehari-harinya. Maka dari itu mereka butuh liburan untuk menikmati kegembiraan. Motivasi ini juga bisa berarti menantang diri sendiri untuk mencoba hal-hal baru.
(shf/shf)










































