Dalam program Presiden Terpilih Jokowi-JK 2014-2019, ditargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta orang. Target ini menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu tumpuan terbesar perekonomian nasional.
"Indonesia negara kepulauan, maka sudah saatnya wisata bahari lebih digalakkan," tutur Wamenparekraf Sapta Nirwandar dalam diskusi bertajuk 'Wisata Bahari, Bisnis, dan Investasi Masa Kini' di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama adalah infrastruktur. Pelabuhan penumpang memang banyak, tapi pelabuhan cruise seperti marina belum ada yang bagus," tutur Sapta.
Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Benoa (Bali) bisa jadi contoh cruise port. Menurut Sapta, inilah yang harus diperbanyak dan dikembangkan di pulau-pulau kecil di Indonesia.
"Tak hanya cruise, tapi juga yacht. Banyak yacht dari negara lain seperti Australia yang lewat perairan Nusantara," tambah Sapta.
Kendala lainnya adalah mental masyarakat. Sapta menuturkan, penduduk Indonesia masih beroritentasi ke daratan. Sapta mengibaratkan, orang Indonesia lebih memilih punya rumah banyak dibanding yacht untuk berlayar.
"Beda dengan luar negeri, akhir pekan tidak ada macet karena orang-orangnya melaut. Itulah maka pembangunan infrastruktur laut lamban berkembang," katanya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Wisata Korea Tak Lagi Terpusat di Seoul, Kini Wilayah Lain Mulai Dilirik Turis