Aneka Ulah Bengal Para Turis Tiongkok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Nakal

Aneka Ulah Bengal Para Turis Tiongkok

- detikTravel
Jumat, 13 Mar 2015 08:20 WIB
Aneka Ulah Bengal Para Turis Tiongkok
(Youtube)
Beijing - Gelombang turis Tiongkok meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, seiring traveling menjadi gaya hidup baru di Negeri Tirai Bambu. Namun sayang, warga Tiongkok sepertinya baru belajar traveling dan kerap membuat ulah.

Turis Tiongkok santer jadi pemberitaan media-media internasional. Sayangnya bukan pemberitaan positif, melainkan pemberitaan negatif. Mereka kerap melakukan tindakan semena-mena, dari membuka pintu pesawat sampai membunuh lumba-lumba!

Turis Tiongkok bagaikan dua sisi mata uang. Kedatangannya dinanti tiap negara karena biasanya bersifat rombongan dan membelanjakan banyak uang. Di lain sisi, kelakuannya dikeluhkan karena dinilai melewati batas. Mereka sering bikin heboh dan membuat keributan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikTravel mengumpulkan beberapa kelakuan nakal turis Tiongkok, Jumat (13/3/2015) dari berbagai pemberitaan. Inilah 6 kelakuan mereka yang bikin geleng-geleng kepala:

1. Corat-coret kuil kuno di Mesir

(Youtube)
Tahun 2013, traveler dunia gempar oleh ulah turis Tiongkok di salah satu kuil di Luxor, di tepi Sungai Nil, Mesir. Adalah Ding Jinghao, turis cilik asal Tiongkok yang mencorat-coret panel batu kuno yang dipenuhi dengan tulisan dari zaman Mesir kuno. Duh!

Turis yang masih berstatus pelajar sekolah dan berumur 15 tahun itu, menulis kata-kata dalam bahasa China yang artinya ' Ding Jinghao pernah di sini'. Sontak, traveler dunia mengecam ulahnya, termasuk pemerintah Mesir yang sangat menyayangkannya.

Masalahnya, kuil-kuil yang ada di Luxor dibangun ribuan tahun sebelum Masehi. Kuil-kuil di sana mengandung nilai sejarah tinggi dan diyakini dulunya sebagai tempat pemujaan para dewa.

Meski tidak mendapat hukuman, Ding Jinghao seolah sudah menerima hukuman sosial. Media-media dan para traveler di internet menghujat habis-habisan dan membuatnya tertekan. Sampai-sampai, orang tuanya angkat bicara di media-media Tiongkok untuk mewakilkan permintaan maaf anaknya.

2. Membuka pintu darurat pesawat

(Youtube)
Dalam catatan detikTravel, setidaknya sudah dua kali kasus turis Tiongkok bikin ulah berupa membuka pintu darurat pesawat ketika pesawat hendak lepas landas di tahun 2015 ini. Duh!

Pertama pada awal Januari, ketika pesawat China Eastern Airlines akan terbang dari Bandara Kunming di Provinsi Yunan menuju Beijing. Pesawat mulanya sempat delay selama 7 jam akibat cuaca buruk, ratusan penumpang yang kebanyakan turis Tiongkok pun mulai mengeluh.

Kemudian, akhirnya para penumpang naik ke dalam pesawat setelah cuaca membaik. Tapi sayang seribu sayang, pesawat belum jalan juga selama 2 jam. Makin parah, pendingin ruangan sempat mati selama 30 menit.

Cek cok antara penumpang dan awk kabin terjadi. Awak kabin menjelaskan, alat pendingin dimatikan karena sedang dalam proses de-icing. Suatu proses di mana badan pesawat akan disemprot oleh air dan zat kimia untuk mencairkan es dan melapisi seluruh badan pesawat agar es tidak mudah terbentuk. Saat itu, pesawat biasanya dalam keadaan mati. Itu adalah standar prosedur keamanan.

Bukannya mendengarkan, 25 penumpang yang asli Tiongkok malah membuka paksa pintu darurat pesawat dengan alasan kegerahan. Akhirnya, mereka ditahan kepolisian setempat dan ditahan 15 hari di penjara dengan alasan menganggu keselamatan.

Awal Februari kemarin, beda lagi ceritanya. Pada pesawat Xiamen Air yang akan lepas landas dari Bandara Nanjing Lukou di Provinsi Nanjing, seorang turis Tiongkok lantang berucap, 'pintu darurat tidak penting!'.

Kemudian, dia langsung membuka pintu darurat pesawat dan merasa tidak bersalah. Para awak kabin yang menegur dan menjelaskan baik-baik juga tidak dindahkan. Sampai pihak kepolisian turun tangan, dia juga tidak minta maaf. Entah apa maksud ulahnya yang membuat pesawat menjadi telat terbang, yang pasti dia dijebloskan ke penjara selama 10 hari.

3. Melawan awak kabin

(Youtube)
Kelakuan turis Tiongkok yang satu ini, sungguh bikin siapa saja tak habis pikir. Satu keluarga Tiongkok yang naik pesawat Cathay Pacific di Bandara Suvarnabhumi, Thailand diusir keluar dari pesawat karena melawan awak kabin.

Kronologinya, awak kabin meminta kedua orang tuanya untuk memakaikan sabuk pengaman untuk anaknya. Anak berusia tiga tahun itu malah menangis dan menolak dipakaikan sabuk pengaman, entah takut atau sebab lainnya. Bukannya menenangkan si anak untuk pakai sabuk pengaman, bapaknya malah memaksa agar anaknya dipangku ibunya saja. Waduh!

Awak kabin terus menjelaskan dan meminta agar sang anak dipakai sabuk pengaman, karena sudah menjadi prosedur penerbangan. Si bapak tetap saja cuek bebek.

Para penumpang lain juga turut kesal dan mencemohnya, suasana pun makin keruh. Setelah 30 menit, mereka sekeluarga dikeluarkan dari pesawat karena dianggap tidak mau menaati aturan dan perintah awak kabin. Jangan dicontoh ya kelakuannya!

4. Berantem di bandara dan pesawat

(Youtube)
Akhir tahun 2014 kemarin, penerbangan Air China dari Chongqing ke Hong Kong mencuri perhatian media internasional. Gara-garanya, seorang wanita bernama Chan Juan Sung (27) yang membawa bayinya duel dengan dua wanita lain.

Awalnya, Chan ditegur oleh kedua wanita tersebut untuk menenangkan bayinya. Memang, sang bayi terus menerus menangis dan bikin suasana di dalam kabin pesawat tidak nyaman. Di luar dugaan, Chan malah emosi dan menyerang mereka.

Tak terima, dua wanita yang diketahui paruh baya balas menyerang Chan. Mereka saling melayangkan tangan, sampai salah satu wanitanya terjedod ke bagasi kabin. Tak lama, awak kabin menenangkan kedua belah pihak dan memberi ultimamtum.

Kalau mereka masih sering berantem, pesawat tidak akan terbang. Beruntung, mereka menurut dan penerbangan bisa dilanjutkan.Β  Ketika pesawat mendarat di Hong Kong, keduanya lantas digelandang ke kantor polisian terdekat dari bandara karena ulahnya dianggap menganggu keamanan penerbangan. Mereka hanya diberi peringatan saja.

Kejadian lainnya, adalah pada awal bulan Januari 2015 lalu di Bandara Bangkok, Thailand. Saat di ruang check in, wanita Thailand berantem dengan turis wanita dari Tiongkok!

Sebabnya sepele, si turis wanita Tiongkok tersebut menyelak antrean. Wanita Thailand yang diserobot antreannya tidak suka dan menegurnya. Lantas kemudian, keduanya saling menjambak, menampar dan menjerit!

Para penumpang lain akhirnya memisahkan mereka. Andai kata si turis wanita Tiongkok tidak menyerobot, pasti semuanya berjalan lancar. Suatu kelakuan yang jangan pernah ditiru.

5. Bikin heboh di tempat ibadah

(Youtube)
Baru akhir bulan Februari kemarin, Seorang turis pria dari Tiongkok bikin kehebohan di Kuil Wat Phra That Doi Suthep, Chiang Mai, Thailand. Betapa tidak, dia menendang lonceng doa yang dianggap sakral!

Aksinya terekam CCTV dan bikin masyarakat Thailan geram. Turis berkemeja tersebut sempat berdiri lama dan memainkan sebuah lonceng dengan tangannya. Kemudian, dia mengambil langkah mundur lalu menendang lonceng sebelum akhirnya berjalan tanpa rasa bersalah.

Tendangannya cukup tinggi dan cukup kencang. Dalam video juga terdengar suara tawa beberapa orang atas tindakan turis lancang itu. Pengunjung lain sempat menegur ulahnya, tapi dia sebodo amat. Dia terus berjalan dan cuek bebek saja.

Atas ulahnya, pemerintah Thailand sempat berencana mengeluarkan peringatan larangan turis Tiongkok untuk berkunjung ke kuil-kuil di Thailand. Suatu ulah yang sungguh sungguh disayangkan.

6. Membunuh lumba-lumba

(Youtube)
Ulah sekumpulan turis Tiongkok di pantai di wilayah Hainan, China pada pertengahan 2013 silam berikut ini pantas dibilang berdosa. Kronologinya, turis muda-mudi tersebut sedang asyik bermain-main dan berenang di pantainya.

Saat lagi asyik-asyiknya, mereka menemukan lumba-lumba yang terkapar di dekat pantai. Diduga, lumba-lumba itu tertabrak perahu nelayan dan kondisi badannya sudah terkulai lemas. Bahkan, diketahui satwa mengemaskan tersebut mengalami pendarahan hebat.

Bukannya memanggil petugas pantai atau mendorongnya kembali ke laut, mereka malah menarik lumba-lumbanya ke tepi pantai. Yang dilakukan selanjutnya bikin traveler dunia dan pemerhati satwa geram, mereka malah mengangkat lumba-lumbanya dan berfoto-foto selfie.

Mereka benar-benar tidak menghiraukan kondisi si lumba-lumba yang malang. Kejadian itu pun berlangsung dalam waktu cukup lama, sebab mereka berpotret dengan berbagai pose seperti seperti sedang menonjoknya. Aksi mereka terekam kamera oleh turis lainnya dan lantas disebarkan di internet. Lumba-lumba malang itu pun, akhirnya mati.

"Bahkan ketika rasa hormat terhadap kehidupan hilang, saya hanya ingin mengatakan, bagaimana saya bisa banga dengan Anda, China," tulis seorang pengguna Weibo, Twitter-nya Tiongkok, menanggapi kelakuan turis-turis tersebut.

Halaman 2 dari 7
Tahun 2013, traveler dunia gempar oleh ulah turis Tiongkok di salah satu kuil di Luxor, di tepi Sungai Nil, Mesir. Adalah Ding Jinghao, turis cilik asal Tiongkok yang mencorat-coret panel batu kuno yang dipenuhi dengan tulisan dari zaman Mesir kuno. Duh!

Turis yang masih berstatus pelajar sekolah dan berumur 15 tahun itu, menulis kata-kata dalam bahasa China yang artinya ' Ding Jinghao pernah di sini'. Sontak, traveler dunia mengecam ulahnya, termasuk pemerintah Mesir yang sangat menyayangkannya.

Masalahnya, kuil-kuil yang ada di Luxor dibangun ribuan tahun sebelum Masehi. Kuil-kuil di sana mengandung nilai sejarah tinggi dan diyakini dulunya sebagai tempat pemujaan para dewa.

Meski tidak mendapat hukuman, Ding Jinghao seolah sudah menerima hukuman sosial. Media-media dan para traveler di internet menghujat habis-habisan dan membuatnya tertekan. Sampai-sampai, orang tuanya angkat bicara di media-media Tiongkok untuk mewakilkan permintaan maaf anaknya.

Dalam catatan detikTravel, setidaknya sudah dua kali kasus turis Tiongkok bikin ulah berupa membuka pintu darurat pesawat ketika pesawat hendak lepas landas di tahun 2015 ini. Duh!

Pertama pada awal Januari, ketika pesawat China Eastern Airlines akan terbang dari Bandara Kunming di Provinsi Yunan menuju Beijing. Pesawat mulanya sempat delay selama 7 jam akibat cuaca buruk, ratusan penumpang yang kebanyakan turis Tiongkok pun mulai mengeluh.

Kemudian, akhirnya para penumpang naik ke dalam pesawat setelah cuaca membaik. Tapi sayang seribu sayang, pesawat belum jalan juga selama 2 jam. Makin parah, pendingin ruangan sempat mati selama 30 menit.

Cek cok antara penumpang dan awk kabin terjadi. Awak kabin menjelaskan, alat pendingin dimatikan karena sedang dalam proses de-icing. Suatu proses di mana badan pesawat akan disemprot oleh air dan zat kimia untuk mencairkan es dan melapisi seluruh badan pesawat agar es tidak mudah terbentuk. Saat itu, pesawat biasanya dalam keadaan mati. Itu adalah standar prosedur keamanan.

Bukannya mendengarkan, 25 penumpang yang asli Tiongkok malah membuka paksa pintu darurat pesawat dengan alasan kegerahan. Akhirnya, mereka ditahan kepolisian setempat dan ditahan 15 hari di penjara dengan alasan menganggu keselamatan.

Awal Februari kemarin, beda lagi ceritanya. Pada pesawat Xiamen Air yang akan lepas landas dari Bandara Nanjing Lukou di Provinsi Nanjing, seorang turis Tiongkok lantang berucap, 'pintu darurat tidak penting!'.

Kemudian, dia langsung membuka pintu darurat pesawat dan merasa tidak bersalah. Para awak kabin yang menegur dan menjelaskan baik-baik juga tidak dindahkan. Sampai pihak kepolisian turun tangan, dia juga tidak minta maaf. Entah apa maksud ulahnya yang membuat pesawat menjadi telat terbang, yang pasti dia dijebloskan ke penjara selama 10 hari.

Kelakuan turis Tiongkok yang satu ini, sungguh bikin siapa saja tak habis pikir. Satu keluarga Tiongkok yang naik pesawat Cathay Pacific di Bandara Suvarnabhumi, Thailand diusir keluar dari pesawat karena melawan awak kabin.

Kronologinya, awak kabin meminta kedua orang tuanya untuk memakaikan sabuk pengaman untuk anaknya. Anak berusia tiga tahun itu malah menangis dan menolak dipakaikan sabuk pengaman, entah takut atau sebab lainnya. Bukannya menenangkan si anak untuk pakai sabuk pengaman, bapaknya malah memaksa agar anaknya dipangku ibunya saja. Waduh!

Awak kabin terus menjelaskan dan meminta agar sang anak dipakai sabuk pengaman, karena sudah menjadi prosedur penerbangan. Si bapak tetap saja cuek bebek.

Para penumpang lain juga turut kesal dan mencemohnya, suasana pun makin keruh. Setelah 30 menit, mereka sekeluarga dikeluarkan dari pesawat karena dianggap tidak mau menaati aturan dan perintah awak kabin. Jangan dicontoh ya kelakuannya!

Akhir tahun 2014 kemarin, penerbangan Air China dari Chongqing ke Hong Kong mencuri perhatian media internasional. Gara-garanya, seorang wanita bernama Chan Juan Sung (27) yang membawa bayinya duel dengan dua wanita lain.

Awalnya, Chan ditegur oleh kedua wanita tersebut untuk menenangkan bayinya. Memang, sang bayi terus menerus menangis dan bikin suasana di dalam kabin pesawat tidak nyaman. Di luar dugaan, Chan malah emosi dan menyerang mereka.

Tak terima, dua wanita yang diketahui paruh baya balas menyerang Chan. Mereka saling melayangkan tangan, sampai salah satu wanitanya terjedod ke bagasi kabin. Tak lama, awak kabin menenangkan kedua belah pihak dan memberi ultimamtum.

Kalau mereka masih sering berantem, pesawat tidak akan terbang. Beruntung, mereka menurut dan penerbangan bisa dilanjutkan.Β  Ketika pesawat mendarat di Hong Kong, keduanya lantas digelandang ke kantor polisian terdekat dari bandara karena ulahnya dianggap menganggu keamanan penerbangan. Mereka hanya diberi peringatan saja.

Kejadian lainnya, adalah pada awal bulan Januari 2015 lalu di Bandara Bangkok, Thailand. Saat di ruang check in, wanita Thailand berantem dengan turis wanita dari Tiongkok!

Sebabnya sepele, si turis wanita Tiongkok tersebut menyelak antrean. Wanita Thailand yang diserobot antreannya tidak suka dan menegurnya. Lantas kemudian, keduanya saling menjambak, menampar dan menjerit!

Para penumpang lain akhirnya memisahkan mereka. Andai kata si turis wanita Tiongkok tidak menyerobot, pasti semuanya berjalan lancar. Suatu kelakuan yang jangan pernah ditiru.

Baru akhir bulan Februari kemarin, Seorang turis pria dari Tiongkok bikin kehebohan di Kuil Wat Phra That Doi Suthep, Chiang Mai, Thailand. Betapa tidak, dia menendang lonceng doa yang dianggap sakral!

Aksinya terekam CCTV dan bikin masyarakat Thailan geram. Turis berkemeja tersebut sempat berdiri lama dan memainkan sebuah lonceng dengan tangannya. Kemudian, dia mengambil langkah mundur lalu menendang lonceng sebelum akhirnya berjalan tanpa rasa bersalah.

Tendangannya cukup tinggi dan cukup kencang. Dalam video juga terdengar suara tawa beberapa orang atas tindakan turis lancang itu. Pengunjung lain sempat menegur ulahnya, tapi dia sebodo amat. Dia terus berjalan dan cuek bebek saja.

Atas ulahnya, pemerintah Thailand sempat berencana mengeluarkan peringatan larangan turis Tiongkok untuk berkunjung ke kuil-kuil di Thailand. Suatu ulah yang sungguh sungguh disayangkan.

Ulah sekumpulan turis Tiongkok di pantai di wilayah Hainan, China pada pertengahan 2013 silam berikut ini pantas dibilang berdosa. Kronologinya, turis muda-mudi tersebut sedang asyik bermain-main dan berenang di pantainya.

Saat lagi asyik-asyiknya, mereka menemukan lumba-lumba yang terkapar di dekat pantai. Diduga, lumba-lumba itu tertabrak perahu nelayan dan kondisi badannya sudah terkulai lemas. Bahkan, diketahui satwa mengemaskan tersebut mengalami pendarahan hebat.

Bukannya memanggil petugas pantai atau mendorongnya kembali ke laut, mereka malah menarik lumba-lumbanya ke tepi pantai. Yang dilakukan selanjutnya bikin traveler dunia dan pemerhati satwa geram, mereka malah mengangkat lumba-lumbanya dan berfoto-foto selfie.

Mereka benar-benar tidak menghiraukan kondisi si lumba-lumba yang malang. Kejadian itu pun berlangsung dalam waktu cukup lama, sebab mereka berpotret dengan berbagai pose seperti seperti sedang menonjoknya. Aksi mereka terekam kamera oleh turis lainnya dan lantas disebarkan di internet. Lumba-lumba malang itu pun, akhirnya mati.

"Bahkan ketika rasa hormat terhadap kehidupan hilang, saya hanya ingin mengatakan, bagaimana saya bisa banga dengan Anda, China," tulis seorang pengguna Weibo, Twitter-nya Tiongkok, menanggapi kelakuan turis-turis tersebut.

(aff/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads