Ini Cara Kemenpar Tarik Turis Jepang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Cara Kemenpar Tarik Turis Jepang

- detikTravel
Jumat, 22 Mei 2015 17:00 WIB
Ini Cara Kemenpar Tarik Turis Jepang
Menpar dan perwakilan USC Group dan Shobunsha Inc (Wayhu/detikTravel)
Jakarta - Indonesia semakin gencar mendatangkan turis Jepang. Hal ini terkait oleh terobosan baru yang dilakukan oleh perusahaan USC Group dan Shobunsha Inc yang didukung Kemenpar, dengan akan meluncurkan aplikasi pariwisata mobile Indonesia dalam bahasa Jepang.

Shobunsha Inc adalah perusahaan yang telah berkiprah selama 60 tahun dalam hal promosi pariwisata berbasis peta dan buku panduan wisata di Jepang. Sementara, UCS Group adalah perusahaan penyedia konten mobile di Indonesia yang sedang ekspansi ke dunia pariwisata.

Kerjasama antar kedua perusahaan ini diharapkan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata turis asal Jepang ke Indonesia, dari semula peringkat ke-5 menjadi peringkat ke-3. Dalam acara Penandatanganan MoU antara PT U Connectivity Services (UCS Group) & Shobunsa Inc, Jumat (22/5/2015), Menpar Arief Yahya menyatakan mendukung penuh kerjasama business to bussiness ini.

"Kerjasama ini sangat baik. Seperti kita tahu, 70% wisatawan menggunakan digital media. Ini potensi yang tidak bisa diabaikan. Asal jangan hanya wisman saja, wisnus juga perlu diperhatikan" ujarnya.

Bertempat di Ruang Rapat Lantai 16, Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Direktur UCS Group, Imawan Mashuri menyatakan aplikasi yang akan dilaunching nanti akan memudahkan turis Jepang lebih mengenal pariwisata Indonesia, tak hanya mengenal Bali saja.

"Terlepas dari keuntungan dari subscribe user, streaming, dll. Ini murni untuk membantu Kemenpar dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Tak hanya ke Jepang, tapi juga ke seluruh dunia. Kami ingin melakukan sesuatu untuk pariwisata Indonesia" ucapnya.

Aplikasi online ini nantinya akan menggunakan 3 platform tekhnologi yaitu website sebagai travel planner, aplikasi mobile sebagai travel guide dan augmented reality sebagai konten interaktif untuk user.

(Johanes Randy/Fitraya Ramadhanny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads