"Tingkat indeks standar pencemaran dari BMKG, pencemaran udara di Sumbar dari 99 sudah berkurang jadi 53. Itu karena hujan terus turun," kata Kadis Pariwisata Sumatera Barat, Burhasman kepada awak media setelah acara Grand Launching Tour de Singkarak 2015 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Minggu (20/9/2015) malam.
Burhasman menambahkan, Sumatera Barat terkena asap kiriman dari Riau dan Jambi. Apalagi, semua kabupaten dan kota yang berjumlah 18, menjadi etape atau lintasan yang dilalui para pesepeda Tour de Singkarak 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan kondisi alam yang terus membaik dan hujan yang akhir-akhir ini terus turun, dia berharap Tour de Singkarak 2015 akan berjalan sesuai rencana. Event tahunan itu rencananya digelar tanggal 3-11 Oktober 2015 mendatang.
"Pelan-pelan angka pencemaran menurun karena hujan. Padang Panjang sudah hujan tadi, nanti diprediksi di Padang juga hujan. Kalau hujan terus turun kita prediksi aman," paparnya.
Chairman Tour de Singkarak, Sapta Nirwandar turut angkat bicara. Menurutnya, kabut asap di Sumatera Barat tidak mengurangi fokus para peserta yang akan ikut serta.
"Para peserta belum risau dan belum ada yang minta penjelasan mengenai itu. UCI (Union Cycliste Internationale) juga memantau lewat satelit," katanya.
Mantan Wamen Kemenparekraf tersebut mengatakan panitia sudah mempersiapkan rencana cadangan. Jikalau kabut asap ternyata makin parah, akan diberlakukan pengalihan etape sebagai langkah antisipasi.
"Skenario kita pengalihan rute, baru pemotongan rute. Kita doakan saja semoga semuanya baik-baik saja," pungkasnya.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong