Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 01 Okt 2015 17:10 WIB

TRAVEL NEWS

Lupa Matikan Paket Data, Bayar Miliaran Rupiah untuk Roaming

Ilustrasi (Thinkstock)
Dundee - Mematikan roaming penting dilakukan sebelum ke luar negeri. Beberapa traveler yang lupa mematikan roaming pun ada yang tagihannya membengkak hingga setara miliaran rupiah!

Biaya roaming tidaklah murah. Tak sedikit traveler yang bepergian ke luar negeri, lupa mematikan paket data dan akhirnya kena tagihan pulsa dari operator dengan jumlah yang fantastis.

Ada sejumlah kisah traveler yang dikumpulkan detiktravel, Kamis (1/10/2015). Ada seorang traveler Australia bernama David yang dikagetkan dengan tagihan pulsa roaming. Tak tanggung-tanggung, tagihannya mencapai USD 517 ribu atau sekitar Rp 7,6 miliar.

Kisah ini sempat diberitakan oleh berbagai media internasional pada bulan September 2014 lalu. Saat itu David liburan sebuah negara di Eropa dan sepertinya lupa mematikan roaming. Apesnya, ponsel David hilang dicuri orang.

Begitu pulang ke Australia, barulah David terkaget-kaget dengan tagihan pulsa yang mencapai USD 517 ribu itu. Ia pun melapor ke kepolisian dan Ombudsman setempat. Setelah ditelusuri, rupanya si pencuri ponsel melakukan banyak panggilan roaming ke berbagai negara, salah satunya adalah Somalia.

Untungnya pihak Ombudsman Australia bagian komunikasi berhasil membela David dihadapan pihak provider. Sehingga pria ini dibebaskan dari kewajiban membayar tagihan ponselnya yang jumlah besar sekali itu.

Nasib malang terkait biaya roaming saat liburan juga dialami Shannon Mills (19) asal Dundee, Skotlandia, yang liburan ke Turki. Kisah ini sempat heboh di Skotlandia dan ramai diberitakan oleh berbagai media pada bulan Juli 2015.



Saat itu Mills memakai provider O2 asal Inggirs. Ia merasa sudah mematikan roaming dan kemudian memesan paket data 30 MB seharga 120 Poundsterling atau sekitar Rp 2,5 juta pada saat itu, untuk keperluan online selama di Turki. Liburan Mills pun menyenangkan dan dia sesekali mengunggah foto ke media sosialnya.

Sampai ketika kembali ke rumah, wanita ini merasa hanya menghabiskan uang sekitar 300 Poundsterling atau sekitar Rp 6,2 juta. Tapi ternyata, ada pesan dari O2 yang isinya mengabarkan bahwa tagihan pulsa Mills mencapai 21.189 Poundsterling atau sekitar Rp 456 juta.

Mills pun kaget karena merasa sudah mematikan roaming dan paket lainnya yang berpotensi menyedot banyak pulsa. Setelah dicari tahu lebih lanjut, ada beberapa paket data yang tidak dimatikan oleh Mills.

Beberapa media pun menuliskan kalau provider O2 hanya mematikan data selama 24 jam pertama saja. Setelah itu tarif normal untuk beda negara kembali berlaku.

Mills dan keluarganya pun segera menghubungi pihak O2 untuk menceritakan apa yang terjadi dan mencari solusi. Wanita tersebut akhirnya tetap harus membayar tagihan tapi diberi diskon. Jadi biaya yang harus dibayarkan sebesar 2.842 Poundsterling atau sekitar Rp 59 juta.

Pengalaman traveler yang terkena tagihan jutaan rupiah karena roaming ini bisa jadi pelajaran bagi petualang lain yang akan berlibur ke luar negeri. Sebaiknya memang non aktifkan saja roaming dan berbagai paket data yang berpotensi berbiaya mahal.

Kalau tidak ingin ribet mematikan roaming, bisa juga kartu provider dari negara tujuan. Atau yang lebih murah lagi, manfaatkanlah WiFi gratis yang tersedia.

(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA