"Untuk wisnus (wisatawan Nusantara) tidak ada masalah, sudah 25 juta angkanya. Yang masalah itu wisatawan mancanegara, turis yang datang hanya 17 ribu sampai 100 ribu," katanya dalam launching Solo Great Sale 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (12/1/2015).
Arief pun menjabarkan beberpa penyebabnya. Yang paling utama, soal direct flight atau penerbangan langsung dari luar negeri ke Solo yang masih sangat sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief pun mengajak pihak Pemda Solo dan Jawa Tengah agar meminta tambahan direct flight ke Kemenhub. Sekaligus, juga menambah fasilitas dan daya tampung di Bandara Adi Soemarmo.
Masalah kedua adalah soal promosi event wisata. Menurut Arief, Solo dinilai kurang gembar-gembor promosi event wisata yang dipromosikan ke level internasional.
"Digital marketing itu penting. Kemarin saya bertemu Sergey Brin, pendiri Google dan dia bilang mau bantu. Tolong buat video promosi event wisata nggak lebih dari 60 detik. Saya yang bertanggung jawab mempromosikan Solo dan Jawa Tengah," tutup Arief. (sst/sst)











































Komentar Terbanyak
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim
Korsel untuk Pertama Kalinya Keluarkan Peringatan Darurat Gelombang Panas