Kawasan Wisata Dieng Disiapkan Agar Mendunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kawasan Wisata Dieng Disiapkan Agar Mendunia

Angling Adhitya Purbaya - detikTravel
Kamis, 18 Feb 2016 09:26 WIB
Kawasan Wisata Dieng Disiapkan Agar Mendunia
Gubernur Ganjar bersama warga Dieng (Angling/detikTravel)
Banjarnegara - Kawasan Dieng di Jawa Tengah sedang disiapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Ini dilakukan demi menggaet lebih banyak wisatawan yang datang ke sana.

Provinsi Jawa Tengah tahun ini menyoroti perkembangan pariwisata di beberapa daerah, termasuk kawasan wisata Dieng. Ada sejumlah kendala yang harus dipecahkan, salah satunya tidak adanya hotel untuk menampung wisatawan yang membeludak.

Hal itu disampaikan Ganjar usai mengikuti "Ngopi Bareng Gubernur Jateng" dengan anggota kelompok sadar wisata Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini review kawasan, potensi bagus, event sudah ada, sudah meng-internasional. Agustus nanti ada lagi, Dieng Culture Festival. Di sana ada potong rambut gimbal, ada juga Jazz Atas Awan dan banyak kegiatan yang diciptakan dari lokalitas yang dimiliki. Brand sudah ada tinggal kembangkan," kata Ganjar, Rabu (17/2/2016) malam.

Kawasan Dieng yang berada di dua Kabupaten yaitu Wonosobo dan Banjarnegara sangat unik dengan berbagai potensi lokalitasnya seperti anak berambut gimbal dan cerita kearifan lokalnya, candi Hindu tertua contohnya Candi Arjuna, kemudian hawa sejuknya, bahkan hujan es yang di Jateng hanya terjadi di Dieng.

"Dalam satu penataan itu diharapkan Dieng menjadi destinasi menarik dan kita mampu jual skala internasional, jadi nanti bisa lihat pegunungan, hawanya, hujan es, itu hanya di sini, spot untuk paralayang," jelasnya.

Event pendukung seperti yang diungkapkan Ganjar juga menjadi daya tarik, dengan bukti banyaknya wisatawan pada Dieng Culture Festival tahun 2015 kemarin. Rencananya untuk event berikutnya bisa diundang artis nasional.

"Event ini akan digelar lagi pada Agustus 2016 mendatang. Jadi untuk menambah geliatnya kita bisa undang temen-teman artis serta seniman untuk datang di event internasional di sini," tandasnya

Acara besar pasti menarik wisatawan yang banyak dan sejumlah home stay milik warga pun tidak bisa menampungnya. Oleh sebab itu menurut Ganjar, perlu ada hotel di kawasan Dieng. Namun ada laporan daerah konservasi yang rusak sehingga perlu ada perbaikan terlebih dahulu.

"Infrastruktur pendukungnya kurang, tidak ada hotel di sini, semua Home Stay, pengalaman event kemarin kalau sampai 30 ribu orang, kurang semuanya. Kalau kurang, enggak 'seksi', perlu hotel, perlu cottage, maka mereka bisa tinggal lebih lama," terangnya.

Menurut Ganjar akses jalan menuju Dieng masih sulit dan butuh jalan antara Kabupaten Batang hingga Dieng karena jalan yang tersedia masih belum bisa dilalui bus. Penataan jalan tembus akan terus dilakukan agar wisatawan mudah mengakses.

"Selain itu, kalau bandara Wirasaba (Kabupate Purbalingga) tahun ini selesai dan bisa melakukan pendaratan, maka orang ke sini walau harus menempuh 2 jam punya alternatif. Mau lewat Purbalingga atau Semarang, keduanya bisa dijangkau sama-sama 2 sampai 2,5 jam," katanya.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo mengatakan pihaknya memang sudah berencana agar dibangun hotel bintang empat, namun tidak mengganggu home stay milik warga. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan masa inap wisatawan kelas menengah ke atas.

"Rencananya bangun hotel bintang empat tapi yang tidak mengganggu pemilik home stay," tegas Sutedjo.

Pemkab Banjarnegara sendiri masih melakukan inventarisir lahan untuk pembangunan hotel berbintang termasuk berkomunikasi dengan badan konservasi.

Diketahui, empat destinasi wisata andalan di Jawa Tengah memang sedang diperhatikan serius, termasuk oleh pemerintah pusat. Empat destinasi itu adalah Candi Borobudur di Magelang, Museum Purbakala Sangiran di Sragen, Pulau Karimunjawa di Jepara, dan wisata di dataran tinggi Dieng yang masuk wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.


Gubernur Ganjar saat dialog dengan warga Dieng (Angling/detikTravel)

(alg/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads