Menpar: Malaysia Harus Bisa Dikalahkan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menpar: Malaysia Harus Bisa Dikalahkan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikTravel
Jumat, 19 Feb 2016 14:25 WIB
Menpar: Malaysia Harus Bisa Dikalahkan
Menpar Arief Yahya di Makassar (Ammang/detikTravel)
Makassar - Persaingan pariwisata di Asia Tenggara sangat ketat. Menpar Arief Yahya mengingatkan Indonesia harus bisa menang persaingan melawan Malaysia.

Hal ini disampaikan Arief dalam grand launching 'Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, Politeknik Pariwisata' di kampus Politeknik Pariwisata Makassar, Tanjung Bunga, Makassar, Jumat (19/2/2016).

Menurut Arief, dalam indeks kompetitif pariwisata dunia, Indonesia berada di rangking 50. Sementara, Malaysia berada di posisi 25 dan Thailand pada posisi 36.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia rata-rata pertahun hanya 9 juta, sementara Malaysia 27 juta dan Thailand 25 juta, penerimaan devisa kita hanya US$ 12 miliar, separuh dari Malaysia. Malaysia adalah musuh kita, tapi harus tetap dihormati namun harus bisa dikalahkan, kalau tidak ada musuh bersama kita akan saling bunuh," ujar Arief

Mantan CEO Telkom ini menargetkan akan mengalahkan pariwisata Malaysia pada 2017 mendatang, dengan beberapa strategi. Misalnya, menjual pariwisata alam Indonesia yang jauh melampaui Malaysia, serta dengan nilai dollar yang sama wisatawan mancanegara bisa mengunjungi destinasi yang lebih banyak dari Malaysia.

Selain itu, lanjut Arief, ada beberapa kelemahan Indonesia dari Malaysia yang perlu dibenahi yaitu infrastruktur masih buruk, termasuk infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Kebersihan dan kesehatan lingkungan di Indonesia yang masuk kategori terburuk perlu penanganan serius dari pemda setempat.

"Kita akan kalahkan Malaysia secara seksama dan tempo sesingkatnya, tahun ini kita sudah mengalahkan pertumbuhannya, Malaysia turun 7,3 persen, sedangkan kita tumbuh 10,3 persen, dua tahun lagi kita akan kalahkan jumlah wisatawannya dan penerimaan devisanya," pungkas Arief optimistis.

(mna/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads