"Agustus nanti saya akan luncurkan model digital markeplace untuk tourism Indonesia, namanya Indonesia Travel Exchange. Menghitung kunjungan turis bisa hari itu juga, detik itu juga," terang Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam Dialog dan Silaturahmi Menteri Pariwisata dengan Forwapar Pesona Lebaran 2016 di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016) malam.
Selama ini, kunjungan turis ke Indonesia dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Misalnya ingin mengetahui kunjungan turis di bulan Juni ini, maka butuh waktu setidaknya 3 bulan, minimal di bulan Agustus untuk mendapat hasilnya. Menanggapi hal itu, Arief geleng-geleng kepala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, dirinya ingin membuat cara untuk menghitung kunjungan turis langsung di hari si turis menapakan kaki di Indonesia. Lantas, bagaimana caranya?
"Saya kasih clue, nomor telepon itu memberi keterangan origin dan destinasi di mana dia berada. Dengan itu kita mudah mengetahuinya, yang mana tidak bisa dilakukan dalam penghitungan manual," papar pria asal Banyuwangi tersebut.
Arief pun kini ingin tiap pemda membenahi kalender event pariwisata setiap tahun. Sehingga, membuat turis mancanegara makin tertarik untuk berkunjung ke Indonesia dan dengan mudah diketahui jumlah kunjungannya.
Kita tunggu saja terobosannya!
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong