Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Konferensi Internasional Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professional (MRA-TP). Menurut Arief, kunci SDM Pariwisata berkualitas ada di 3 hal yaitu sertifikasi, exchange program dan terakhir harus digitalisasi.
"Kita harus mendukung SDM Pariwisata kita, untuk mendapat pengakuan akan kompetensinya di kawasan ASEAN. Kita sepakat untuk jadi single destination dan harus ada standar soal sertifikasi SDM. Sejak tahun 2010, Indonesia sudah menyertifikasi 288 ribu tenaga pariwisata profesional, dari kebutuhan sekitar 500 ribu orang. Ini yang harus diakselerasi," terang Arief Yahya kepada wartawan di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Senin (8/8/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap, mereka ini bisa ikut program pertukaran ke negara-negara ASEAN lainnya. Jadi sebelum lulus, setidaknya sudah pernah belajar bekerja di 9 negara lain, selain Indonesia," pinta Arief.
Langkah terakhir menurut Arief, untuk mencetak SDM Pariwisata sukses harus memanfaatkan fasilitas teknologi informasi, istilahnya harus Go Digital. Di era seperti sekarang, peran IT sangat penting bagi dunia pariwisata. Arief bahkan meminta materi pendidikan maupun pelatihan SDM ini nantinya bisa diakses dengan mudah agar siapa saja bisa ikut belajar dan meningkatkan kompetensinya.
"Pelatihan di bidang IT juga sangat penting. Proses pendidikan, dan materi pelatihan harus bisa diakses online, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat biasa agar bisa turut belajar meningkatkan kompetensinya di bidang pariwisata," tutup Arief. (rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong