"Gastronomi tourism Indonesia belum terlalu dikenal. Tapi ini bisa jadi salah satu unggulan kita kalau dikembangkan," ujar Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar, Lokot Enda dalam acara jumpa pers Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC) di Lantai 14 Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016).
Apa itu gastronomi? Lokot menjelaskan, bahasa simpelnya adalah berwisata untuk makan dengan memperhatikan keaslian budaya dan tradisi lokal. Tidak cuma makan, tapi ada story telling atau cerita dari makanan itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh lain makanan nasi tumpeng. Ternyata ada filosofinya, mengapa memotong tumpeng itu tidak dari atas melainkan dari samping. Maka dari itu, Indonesia punya banyak sekali produk-produk gastronomi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
"Kita masih kurang data gastronomi itu. Orang banyak bilang gastronomi itu ruwet. Tapi ke depannya, itu akan jadi keunikan. 60 Persen pengeluaran wisatawan adalah untuk makanan," tutup Lokot. (wsw/wsw)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA