Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 26 Okt 2016 07:18 WIB

TRAVEL NEWS

Inilah Homestay dengan Desain Terbaik Se-Indonesia

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Para tim pemenang peringkat pertama Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara 2016 (Randy/detikTravel)
Para tim pemenang peringkat pertama Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara 2016 (Randy/detikTravel)
Jakarta - Homestay yang nyaman pasti akan membuat turis jadi betah liburan. Inilah aneka homestay terbaik di Indonesia yang menang Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara 2016.

Sayembara Desain Rumah Wisata Nusantara 2016 yang diselenggarakan Kemenpar, Bekraf dan PT Propan Raya menghasilkan banyak karya dari para arsitek. Semenjak penutupan pada 20 September 2016 lalu, tercatat 728 karya dari 439 tim turut serta dalam sayembara tersebut.

Puncak sayembara pun jatuh pada Selasa malam kemarin di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta (25/10/2016). Di mana terpilihlah para juara desain rumah wisata nusantara berbasis 10 destinasi prioritas dari tiga kategori.

Finalisnya pun adalah Rumah Tongging, Jabu Labas, Jabu Na Ture, Kota Tua Jakarta, Naung Kampung Papagaran, Teras Manggarai, Baur Labuan Bajo, Rumah Singgah, Rumah Undak, Rumah Separo, Rumah Moro, Morotai The Lost Pearl, Rumahku. Kemudian ada lagi Panggong, Umah Papan, Thin House, Imah Nelayan, Imah Ngentep, Compact Rural, Rumasamadilaut, Romadilau, Roma Boe, Omah Payon, Gnomon Urip, Pawon Boto, Tata Titi Luri Tengger, Angsal Tengger Homestay, Dusun Guyub

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Menpar Arief Yahya, Ketua Bekraf Triawa Munaf, pemilik PT Propan Raya Hendra Adidarma serta para stakeholder terkait. Tak lupa juga arsitek sekaligus juri Eko Alvarez, Endy Subijono, Bambang Eryudhawan, Hari Sungkari, Herry Purnomo, Dharmali Kusumali hingga Ketua Dewan Juri Yori Antar.

Usai tari-tarian pembuka, puncak malam penganugerahan didahului dengan pidato pembukaan dari Ketua Pokja Tim Percepatan 10 Top Destinasi Kementerian Pariwisata, Hiramsyah Sambudhy Thaib.

"Kemenpar sangat mengapresiasi para peserta dalam mendukung penyelenggaran sayembara homestay nusantara, dimana dukungan sektor properti dan akomodasi merupakan salah satu pendukung sukses dalam sektor pariwisata indonesia," ujar Hiramsyah.

Selaras dengan ucapan Hiramsyah, Menpar Arief Yahya yang diberi mandat oleh Presiden Jokowi untuk membuat 100 ribu homestay sampai tahun 2019 turut menganggap sayembara ini sebagai ide baik untuk mengembangkan pariwisata berbasis nusantara.

"Kami meyakini kalau ini akan bagus, untuk pariwisata bagus, rekan-rekan arsitek bagus dan yang terpenting bagus untuk masyarakat," ujar Arief.

Pernyataan Arief pun juga didukung oleh Ketua Bekraf, Triawan Munaf. Menurut Triawan, pembangunan homestay atau rumah wisata berbasis Nusantara jauh lebih mungkin ketimbang membangun banyak hotel di seluruh penjuru Indonesia.

"Jadi dengan target yang sangat tinggi, kata pak Arief Yahya tidak akan bisa diakomodasi dengan hotel saja, tapi bukan tidak mungkin kalau homestay ini bisa dikelola dengan profesional, ratusan homestay ini akan berebut malahan orang-orang berlomba jadi seperti ini," ujar Triawan.

Sedangkan menurut Ketua Dewan Juri sayembara, Yori Antar, hasil dari sayembara ini akan memiliki banyak manfaat. Selain menghadirkan rumah wisata bertema nusantara di 10 destinasi prioritas, pembangunan juga akan berdampak secara sosial.

"Sayembara kali ini adalah sayembara untuk homestay Nusantara atau rumah wisata, jadi impactnya selain ada budaya ada sosial juga. Ada 10 destinasi, jadi digali yang lokal," ujar Yori.

Tanpa basi-basi lebih lama, akhirnya terpilih 10 tim pemenang dengan desain terbaik bertema 10 destinasi prioritas yang terbagi jadi peringkat satu, dua dan tiga. Berikut adalah daftar dari 10 tim pemenang yang bercokol di peringkat satu:

1. Toba, Realino Realini Studio, Ja Bu Na Ture, dengan ketua tim Denny Wahyu Setiawan
2. Tanjung Kelayang, Alvasara, Thin House, dengan ketua tim Gigih Nalendra
3. Tanjung Lesung, Arsitek, New Gateway to Adventure in the West Edge of Java, dengan ketua tim Edwin Adinata
4. Kepulauan Seribu dan Kota Tua, PT Urbane Indonesia, Titik Temu, dengan ketua tim Aditya Wiratama
5. Borobudur, PT Urbane Indonesia, Gnomon Urip, dengan ketua tim Aditya Wiratama
6. Bromo Tengger Semeru, PT Grahacipta Hadiprana, Dusun Guyub Bromo, dengan ketua tim Verena Rafaela
7. Mandalika, Universitas Mercubuana, Rumah Separo Mandalika, dengan ketua tim Wendi Iskandar
8. Labuan Bajo, Blur Architect and Design Studio, Naung Kampung Papagaran, dengan ketua tim Rizki Bhaskara
9. Wakatobi, Airmas Asri, Roma Boe, dengan ketua tim Kalvin Wijaya
10. Morotai, Studio Tanpa Batas, rumah (ku) home (to) stay, dengan ketua tim Wijaya Suryanegara Yapeter.

Para tim pemenang pertama di atas berhak atas uang tunai sebesar Rp 50 juta. Sedangkan pemenang kedua mendapat uang sebesar Rp 30 juta, dan pemenang ketiga mendapat uang sebesar Rp 20 juta. Selamat untuk para pemenang! (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Tapal Batas

Belanja di Toko Duty Free Timor Leste

Minggu, 23 Apr 2017 12:25 WIB

Pos perbatasan di Batu Gede, Timor Leste, bisa didatangi traveler Indonesia, meskipun tanpa cap imigrasi. Di sana kita bisa belanja di toko duty free.