Setelah mendeklarasikan diri sebagai salah satu tujuan wisata di Jawa Barat, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Purwakarta terus melonjak dari waktu ke waktu.
Menteri Pariwisata Arief Yahya membeberkan, kunjungan wisatawan ke Purwakarta per November 2016 mencapai 903.885 orang yang terdiri dari 1.280 wisatawan mancanegara dan 902.605 wisatawan lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, kunjungan wisatawan mancanegara ke Purwakarta memberikan arti penting terhadap kontribusi nasional pada periode Januari-November 2016 yakni sebanyak 10.405.947 orang atau meningkat hingga 10,46% pada periode yang sama di tahun 2015 sebanyak 9.450.240 orang.
Dia menilai posisi wisata di Indonesia dibanding dengan negara Asean lain cukup bagus. Bahkan pertumbuhan pariwisata Indonesia melonjak di atas Malaysia pada periode Januari-Agustus 2016 yang tumbuh hingga 3,6%.
"Tapi kita masih di bawah Thailand yang tumbuh hingga 11,3 persen dan Singapura yang tumbuh 9,4 persen," tuturnya.
Lebih lanjut Arief mengatakan, pada tahun 2017 ini pihaknya menargetkan PDB nasional sebesar 13%, devisa Rp 200 triliun, penyerapan tenaga kerja 12 juta orang, kunjungan wisatawan mancanegara 15 juta orang, pergerakan wisatawan lokal 265 juta orang, serta meningkatkan daya saing (WEF) yang semula berada di posisi 50 dunia naik ke tingkat 40 dunia.
Untuk mendukung target tersebut, pihaknya akan mengimplementasikan tiga program prioritas yakni, digital tourism untuk merebut pasar global, pembangunan 100 ribu homestay yang akan dimulai 20 ribu unit di 10 destinasi prioritas, dan terakhir adalah konektivitas udara.
Dalam hal konektivitas udara diharapkan bisa meningkatkan sekira 75% kunjungan wisatawan mancanegara melalui moda transportasi udara, sehingga tersedia seat pesawat yang cukup dan menjadi kunci tercapainya target kunjungan di tahun 2017 ini. (krn/krn)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030