Ratusan prajurit Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh disiapkan mengikuti kemampuan bertempur dan teritorial, dengan aksi terjun payung di atas kawah Gunung Bromo. Kegiatan dinamai Bromo Tracking akan digelar pada 22-23 Juli 2017.
"Ada sekitar 500 prajurit dari Batalyon Paskhas 464 dan Denmatra 2 Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, mengikuti Bromo Tracking nanti," ujar Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh Mayor (sus) Hamdi Londong Allo kepada detikTravel, Selasa (11/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Pasca Yadnya Kasada, Bromo Lovers Bersihkan Sampah
"Akan juga didukung 350 relawan. Ini sudah ketiga kalinya, tetapi tahun ini melibatkan peserta personel terbesar," jelas Londong.
Dikatakan, 500 prajurit akan bertemu dengan puluhan penerjun di kawasan kaldera Gunung Bromo. "Pura menjadi titik wilayah aksi terjun payung nanti," beber Londong.
Prajurit bergerak dari Pangkalan TNI AU Abdulrahman Saleh, kemudian melewati kawasan Coban Pelangi, Jemplang, Ngadas, dan Penanjakan.
"Selain perjalanan ditempuh jalan darat pasukan TNI AU juga akan melaksanakan karya bhakti di vihara, dan Pura Bromo. Di sana nanti Pasukan akan disambut oleh Ketua adat dan dilaksanakan selamatan sekaligus makan bersama," kata Londong.
"Pada perjalanan hari pertama akan disajikan api unggun dan berbagai formasi kemiliteran dan termasuk makan ala militer. Pagi hari akan dilaksanakan penerjunan oleh Batalyon Paskhas 464 dan Denmatra 2," imbuhnya.
Komandan Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama (Marsma)TNI Julexi Tambayong mengatakan, Bromo Tracking salah satu wujud sinergi antara TNI AU dengan masyarakat.
"Para prajurit harus mengedepankan keamanan dan keselamatan. Bromo Tracking wujud TNI AU berada di hati rakyat melalui rangkaian Hari Bhakti TNI AU," terang Julexi terpisah. (krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun