Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 01 Ags 2017 18:15 WIB

TRAVEL NEWS

Bagi Seorang Wanita, Bagaimana Rasanya Menjadi Pilot?

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Foto: Shaesta Waiz (Randy/detikTravel)
Foto: Shaesta Waiz (Randy/detikTravel)
Batam - Di dunia yang didominasi oleh laki-laki, peran wanita dalam dunia penerbangan memang masih minim. Menanggapi hal itu, ini kata Shaesta Waiz.

Dalam sesi sharing di IT Batam Center, Shaesta Waiz yang merupakan pilot wanita pertama dari Afghanistan dengan misi terbang solo keliling dunia sempat membagi pandangannya soal wanita dalam dunia penerbangan Senin kemarin (31/7/2017).

Lewat presentasinya di depan para siswi perempuan akademi pilot dan awak media. Shaesta menjelaskan minimnya jumlah pilot wanita di dunia. Diketahui dari situs Woman in Aviation, hanya ada 450 pilot wanita di dunia. Dalam persen hanya sekitar 6% dari 100%

"Saya disodori daftar pilot wanita di Afghanistan dan tidak melihat adanya rekor, saya jadi yang pertama dan itu adalah sejarah. Di sana saya melihat adanya ketidakadilan gender," ujar Shaesta.

Melihat fakta yang ada, Shaesta pun tergerak untuk mengajak para wanita menjadi pilot. Shesta pun berujar, kalau dirinya merasa tergelitik untuk berbuat lebih sekali pun ia telah menjadi bagian dari 6% pilot wanita di dunia.

"Saya merasa sedih sekaligus senang, telah menjadi bagian dari 6% pilot wanita di seluruh dunia. Kenapa? Saya bisa terbang, tapi masih banyak wanita di seluruh dunia yang belum pernah menerbangkan pesawat. Saya rasa wanita di dunia makin tidak tertarik jadi pilot karena itu adalah prestige laki-laki, mengubah paradigma itu yang harus kita kerjakan," ujar Shaesta.

Shaesta juga berbagi pengalamannya, tentang bagaimana menjadi pilot wanita dan berbagai hal yang berhasil diraihnya. Harapannya tentu agar para wanita dan calon pilot tertarik untuk memilih profesi tersebut.

"Terima kasih atas profesi ini (pilot - red), saya bertemu banyak orang, jadi pilot wanita pertama dari Afghanistan, mendapat setifikat dan bertemu langsung dengan Presiden negara saya," ujar Shaesta.

Di akhir pidatonya, Shaesta juga mengajak para calon pilot wanita agar lebih serius akan pendidikan. Hal itu dapat memberi dampak besar pada hidup.

"Kamu bisa jadi Menteri, pilot atau siapa saja. Pikirkan pendidikan dengan sangat serious karena itu dapat memberi dampak besar," tutup Shaesta.

Mendengar cerita Shaesta di atas sekiranya menjadi motivasi bagi traveler. Tidak harus menjadi pilot, tapi untuk lebih serius akan pendidikan demi hidup yang lebih baik. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED