Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Agu 2017 12:52 WIB

TRAVEL NEWS

Arab Saudi Izinkan Wanita Berbikini di Pantai, Apa Kata Pengamat Pariwisata?

Afif Farhan
Redaksi Travel
Kawasan Laut Merah ( Thinkstock)
Kawasan Laut Merah ( Thinkstock)
Jakarta - Arab Saudi mengeluarkan aturan baru, wanita boleh berbikini di pantai khususnya di kawasan Laut Merah. Ini dinilai sebagai cara mendongkrak pariwisatanya.

Arab Saudi di bawah komando Pangeran Arab Saudi Muhammed bin Salman menggarap mega proyek di kawasan Laut Merah, dimulai 2019 nanti dan rencananya akan selesai pada 2022. Mega proyek itu berupa resor dan pulau-pulau pribadi sepanjang 200 km di pesisir pantai Laut Merah.

Deretan resor mewah dan fasilitas berkelas bakal tersedia. Selain itu, para wanita yang datang ke sana dibebaskan memakai bikini.

BACA JUGA: Arab Saudi Izinkan Wanita Pakai Bikini di Pantai

detikTravel mewawancarai pengamat dan praktisi yang sudah berkecimpung selama lebih dari 30 tahun di dunia pariwisata, Tedjo Iskandar. Menurutnya, apa yang dilakukan Arab Saudi adalah suatu kesadaran tentang pariwisata.

"Saya tidak mau ngomong soal aturan agama di sana. Tapi, apa yang dilakukan Arab Saudi adalah mereka sudah sadar akan potensi pariwisata di Laut Merah," katanya kepada detikTravel, Senin (7/8/2017).

Tedjo Iskandar (dok Facebook)Tedjo Iskandar (dok Facebook)


Menurut Tedjo, Arab Saudi bisa saja mengikuti Dubai di UEA sudah lebih dulu membolehkan wanita pakai bikini selama di pantai. Maka tak heran, banyak turis yang datang ke sana untuk berjemur dan bersantai di Dubai.

"Satu aturan simpel seperti itu saja (membolehkan wanita pakai bikini di pantai) punya dampak besar. Bisa mendatangkan lebih banyak turis dan bikin penasaran. Turis itu suka sesuatu yang baru, lantas yang baru seperti ini di Arab Saudi bisa bikin turis datang ke sana," terang Tedjo yang juga pendiri TTC (Tourism Training Centre).

"Arab Saudi memang ingin mengantisipasi pemasukan devisa mereka, yang tidak mau selamanya bergantung kepada minyak. Mereka sudah 'melek' dan mau memperkuat ekonomi. Ya tentu, caranya dengan pariwisata," tambahnya.

Apa Arab Saudi mau mengincar turis China yang notabenya market pariwisata terbesar di dunia?

"Bisa jadi, mengapa tidak. Orang China nggak punya pulau-pulau. Arab Saudi bikin resor mewah, bisa jadi orang China mau datang ke sana dan merasakannya apalagi peraturannya tidak 'ketat'," tutup Tedjo. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Mengenal Mandalika

Harapan Traveler dari Mandalika

Senin, 23 Okt 2017 18:52 WIB

Mandalika tengah dikembangkan jadi destinasi wisata kelas dunia. Traveler pun turut menyampaikan harapannya terhadap pengembangan Mandalika.