Pagi ini, Selasa (16/1/2017) Museum Bahari Jakarta dilalap si jago merah. Museum ini berada di Jalan Pasar Ikan 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Museum Bahari menyimpan sejarah dan koleksi yang berhubungan dengan maritim Indonesia. Koleksinya mulai dari jangkar kapal laut, meriam, navigasi perkapalan, teropong, serta miniatur-miniatur kapal nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koleksi Museum Bahari (Randy/detikTravel) |
Asep juga menambahkan bahwa bayak koleksi menarik yang bisa dilihat di dalam Museum Bahari. Dia juga berduka atas kebakaran yang melanda museum.
"Banyak yang menarik yang bisa dilihat dan dipelajari di museum. Dimulai dari gedungnya yang sangat bersejarah, juga ada perahu-perahu, replika-replika, dan peninggalan VOC," tambah Asep.
Museum Bahari dibangun dan diresmikan semenjak tahun 1656. Gudang tersebut mengalami perubahan pada tahun 1718, 1719 dan 1771. Pada masa pendudukan Jepang, tepatnya ketika perang dunia II meletus (1939-1945) gudang tersebut menjadi tempat logistik peralatan militer tentara Dai Nippon. Bangunan yang telah berusia ratusan tahun ini baru selesai di renovasi pada November 2017 lalu.
Namun sayang, kebakaran yang terjadi pagi tadi telah menghancurkan beberapa bagian bangunan dan koleksi museum. Si jago merah melahap Museum Bahari di bagian Gedung A Blok 1 dan Gedung C Blok 1 dan 2. Di sana memang tersimpan beberapa koleksi sejarah bahari.
Koleksi Museum Bahari (Randy/detikTravel) |
"Berapa jumlah yang pasti terbakar, kami belum mengetahuinya. Belum ada pernyataan resmi dari pihak museum. Untuk satu hari ke depan museum akan ditutup untuk umum," ungkap Asep.
Bagi traveler yang ingin datang ke museum, selama 3 hari ke depan museum sudah bisa dikunjungi.
"Untuk satu hari ke depan, museum akan tutup dahulu untuk pemulihan pasca kebakaran. Dua atau tiga hari ke depan, pengunjung masih bisa datang ke museum. Namun hanya di bagian-bagian tertentu saja. Pengunjung masih bisa ke Menara Syahbandar, karena lokasi ini tidak disentuh api," tutup Asep.
(sym/aff)












































Koleksi Museum Bahari (Randy/detikTravel)
Koleksi Museum Bahari (Randy/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama