Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Feb 2018 00:36 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Juga Keluarkan Travel Advice ke Maldives

Afif Farhan
Redaksi Travel
Kepolisian di Maldives sata aksi demonstrasi (Reuters)
Kepolisian di Maldives sata aksi demonstrasi (Reuters)
Male - Adanya status darurat di Maldives, Amerika Serikat dan Inggris sudah mengeluarkan Travel Advice. Yang terbaru, Singapura juga ikut mengimbau warganya.

Melansir dari CNN Indonesia, Kamis (8/2/2018) Presiden Maldives Abdullah Yameen mendeklarasikan status darurat, menangkap mantan presiden dan memerintahkan tentara ke Mahkamah Agung, Senin (5/2) kemarin. Kepolisian juga menangkap Hakim Agung Abdullah Saeed dan hakim dari Mahkamah Agung lainnya, Selasa (6/2).

Presiden Yameen menolak keputusan Mahkamah Agung pekan lalu, yang mencabut tuduhan terorisme terhadap sembilan tokoh oposisi. Termasuk presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Maladewa, Mohamed Nasheed, yang kini tinggal di pengasingan. Pengadilan memerintahkan pembebasan para tokoh oposis, enam di antaranya ditahan di penjara utama negeri itu, yang terletak di sebuah pulau tidak berpenghuni.

"Presiden terpaksa menyatakan status darurat karena risiko saat ini terhadap keamanan nasional. Pelaksanaan keputusan Mahkamah Agung saat ini tidak sesuai dengan pemeliharaan keamanan publik," demikian pernyatan dari Kantor Kepresidenan Yameen.

Beberapa media internasional menyebut situasi di Male, ibukota negara Maldives sedang 'panas'. Atas hal tersebut, beberapa negara pun mengeluarkan Travel Advice yakni imbauan suatu negara agar warganya berhati-hati saat traveling.

Ameirka Serikat dan Inggris pun mengeluarkan Travel Advice. Travel Advice merupakan bentuk imbauan suatu negara kepada warganya agar berhati-hati saat traveling ke suatu destinasi.

BACA JUGA: Amerika dan Inggris Sudah Keluarkan Travel Advice ke Maldives

Dilansir detikTravel dari berbagai media Singapura seperti The Straits Times dan Channel NewsAsia, Kamis (8/2/2018) Singapura ikut mengeluarkan Travel Advice dari Ministry of Foreign Affairs (MFA). Bahkan, mereka meminta warganya untuk tidak datang dulu ke Maldives sampai situasi mereda.

"In view of the unstable situation in the Maldives, Singaporeans are advised to defer all non-essential travel to the Maldives until the situation stabilises," begitu tulisnya.

Aksi demonstrasi di MaldivesAksi demonstrasi di Maldives (Reuters)


Namun jika memang sedang berada di Maldives, pemerintah Singapura meminta warganya untuk berhati-hati. Terutama di Male yang diprediksi bakal terjadi berbagai demonstrasi.

"You should avoid protest and large public gatherings. You should also purchase comprehensive travel insurance and be familiar with the terms and coverage," tulis MFA.

Meski begitu, diyakini aksi demonstrasi hanya terjadi di Kota Male alias tidak sampai ke pulau-pulau kecil dengan berbagai resor mewahnya. Tapi alangkah baiknya, sekali lagi turis harus berhati-hati kala liburan ke sana.

BACA JUGA: Maldives Status Darurat, Bagaimana Aktivitas di Resor Mewahnya?

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Foto: Penjara di Bawah Air

Sabtu, 19 Mei 2018 22:05 WIB

Pernah terbayang penjara underwater? Di Estonia ada bekas penjara yang dulunya tambang kapur dan terendam air bersih yang dipompa. Pemandangannya cantik.