Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 03 Mar 2018 17:15 WIB

TRAVEL NEWS

Usai Cap Go Meh, Tionghoa Cirebon Ziarah ke Makam Istri Sunan Gunungjati

Sudirman Wamad
detikTravel
Warga Tionghoa Cirebon berziarah ke makam Putri Ong Tien (Sudirman Wamad/detikTravel)
Warga Tionghoa Cirebon berziarah ke makam Putri Ong Tien (Sudirman Wamad/detikTravel)
Cirebon - Perayaan tahun baru Imlek telah usai. Puncaknya ditutup dengan kirab budaya Cap Go Meh dan dilanjut dengan ziarah ke makam Putri Ong Tien.

Inilah agenda sakral lainnya yang dilakukan masyarakat Tionghoa di Cirebon. Hari ini, Sabtu (3/3/2018), sejumlah tokoh Tionghoa di Cirebon bersama Keratuan Singhapura berziarah ke makam Putri Ong Tien di Kompleks Pemakaman Sunan Gunungjati, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.

Agenda ziarah ke makam Putri Ong Tien, istri dari Sunan Gunungjati itu merupakan kali pertama yang dilakukan masyarakat Tionghoa di Cirebon. Bukan tanpa sebab masyarakat Tionghoa berziarah ke Putri Ong Tien.

Penggagas acara ziarah ke makam Putri Ong Tien, Permadi Budiatma mengatakan kegiatan ziarah berangkat dari seminar-seminar yang sebelumnya telah dilakukan. Utamanya terkait jejak-jejak Laksamana Cheng Ho.

Usai Cap Go Meh, Tionghoa Cirebon Ziarah ke Makam Istri Sunan GunungjatiFoto: (Sudirman Wamad/detikTravel)


"Hingga akhirnya kami membuat beberapa program, salah satunya ini. Tentu ini berangkat dari semangat kami dengan pedoman kami adalah sejarah yang ada," ucap Permadi saat ditemui detikTravel usai berziarah.

Permadi tak menampik ada sejarah yang masih terlipat, sehingga perlu dibuka demi generasi mendatang. Agenda ziarah ke makam Putri Ong Tien, lanjutnya, bakal menjadi agenda tahunan komunitas Tionghoa di Cirebon.

Ia juga takjub dengan antusiasme masyarakat Tionghoa yang berziarah. Menurutnya, ada kepuasan batin yang dirasakannya saat berziarah ke Putri Ong Tien, putri asal Negeri Tirai Bambu yang dipersunting oleh Sunan Gunungjati.

Usai Cap Go Meh, Tionghoa Cirebon Ziarah ke Makam Istri Sunan GunungjatiFoto: (Sudirman Wamad/detikTravel)


Agenda ziarah sebelumnya pernah dilakukan oleh para leluhurnya. Namun, adat untuk berziarah ke makam Putri Ong Tien sempat terputus.

"Zaman buyut dan kakek saya dulu rutin berkunjung ke sini (makam Putri Ong Tien). Mereka kalau ke sini dari rumah itu jalan kaki, bahkan tidur di sini. Itu sudah menjadi adat. Ini harus kita rawat, agar tak terputus," kata Permadi.

Di tempat sayang sama, Plt Bupati Cirebon, Selly Andriani Gantina mengapresiasi agenda ini. Bahkan, agenda tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan potensi wisata di Cirebon.

"Potensi Cirebon itu ternyata bukan dari sisi ekonomi saja, tapi budayanya juga. Ini harus kita lestarikan agar memiliki multi efek. Ini adalah awalan, ke depan bisa dijadikan agenda tahunan untuk wisata," kata Selly usai berziarah.

Usai Cap Go Meh, Tionghoa Cirebon Ziarah ke Makam Istri Sunan GunungjatiFoto: (Sudirman Wamad/detikTravel)


Kisah Cinta Sunan Gunungjati dengan Putri Ong Tien

Sejarawan Cirebon sekaligus selaku pengurus Paguyuban Keratuan Singhapura, Opan Safari, mengatakan dari naskah Cirebon yang ada asal-usul Putri Ong Tien memiliki beragam versi. Salah satunya menyebut Putri Ong dari Kekaisaran Dinasti Ming.

Saat Sunan Gunungjati berdakwah di China, ia jatuh hati dengan Purti Ong Tien. Namun, tak mendapat restu dari kaisar.

BACA JUGA: Ritual Bakar Naga Tutup Pawai Cap Go Meh di Singkawang

"Kanjeng Sunan itu balik ke Cirebon. Ternyata, kaisar merestui setelah Kanjeng Sunan sudah sampai di Cirebon. Akhirnya Putri Ong Tien menyusul ke Cirebon dengan membawa pasukan," kata dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu.

Kisah cinta antara Sunan Gunungjati dengan Putri Ong Tien itu terjadi pada tahun 1540. Usia pernikahanya hanya bertahan empat tahun.

"Putri Ong Tien wafat, tapi karena saking cintanya kepada Putri Ong Tien. Makam Putri Ong Tien ditempatkan di samping tempat dakwah Kanjeng Sunan. Komplek makam ini dulunya semacam pesantren, makanya dimakamkan di sini," ucap Opan.

Meski pernikahan antara Sunan Gunungjati dengan Putri Ong Tien hanya berusia empat tahun, sang putri memiliki pengaruh yang besar terhadap peradaban Cirebon. Budaya, bangunan, hingga kuliner, menurutnya dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.

"Budayanya sulit dipisahkan, banyak yang khas Cirebon ternyata khas Tionghoa juga. Putri Ong Tien sempat punya anak, tapi wafat pas masih bayi," tutup Opan.

Pantuan detikTravel, selain mengunjungi makam Putri Ong Tien, tokoh Tionghoa itu berziarah ke makam Sunan Gunungjati juga. Mereka juga menyalakan hio dan menabur bunga di pintu pasujudan menuju makam Putri Ong Tien dan Sunan Gunungjati. Posisi makam Putri Ong Tien berada disamping makam Sunan Gunungjati. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
CNN ID
×
World Now
World Now Selengkapnya