Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Jun 2018 08:50 WIB

TRAVEL NEWS

Masjid Sittie Maryam Cebu, Wajah Islam di Filipina

Syanti Mustika
detikTravel
Masjid Sittie Maryam di Cebu, Filipina (Syanti/detikTravel)
Masjid Sittie Maryam di Cebu, Filipina (Syanti/detikTravel)

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
Cebu - Walau mayoritas non Muslim, Filipina memiliki banyak masjid misalnya di Kota Cebu. Di sana ada Masjid Sittie Maryam yang letaknya di pusat kota.

Filipina merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik. Namun traveler tidak perlu cemas, karena ada beberapa masjid yang bisa traveler temukan apabila traveling di Filipina.

detikTravel pun berkunjung ke Filipina atas undangan Philippine Department of Tourism dan Philippines Airlines, berkunjung ke salah satu masjid yang bernama Masjid Sittie Naryam, Rabu (27/6/2018). Masjid ini berada di pusat Kota Cebu.

Walau berada di pusat kota, namun lokasi masjid bukanlah berada di tepi jalanan besar ataupun dekat pusat bisnis. Lokasinya berada di tengah-tengah permukiman warga.

Masjid ini di tengah pemukiman warga (Syanti/detikTravel)



Masjid Sittie Maryam termasuk masjid baru di Cebu yang berdiri pada tahun 2013 dan sekarang sedang masa renovasi. Untuk salat, Masjid Sittie Maryam mempunyai lantai dasar untuk jamaah pria dan lantai ke dua untuk jamaah perempuan.

Ukurannya memang tidak terlalu besar seperti masjid di Indonesia. Tidak ada kubah sebagai penanda masjid. Jika diperhatikan masjid seperti bangunan rumah bertingkat dua yang berwarna kekuningan. Namun suasana berbeda akan terasa saat traveler memasuki gerbang masjid.

Di depan pintu masuk terdapat papan pengumuman kegiatan masjid dalam waktu dekat. Beberapa langkah kemudian traveler bisa melihat ke dalam ruangan masjid beberapa baris tikar salat memanjang di sekitar ruangan.

Ruang salat pria (Syanti/detikTravel)


Di dalam masjid terdapat stand mic, soundsystem, lemari dan kipas angin. Sedangkan di lantai dua hanya ada tikar sajadah dan kipas angin.

Untuk tempat berwudhu dan kamar mandi, traveler bisa melihatnya di depan masjid. Nah perlu traveler ketahui, bahwa penggunaan kamar mandi dan tempat wudhunya tidak dipisah, alias gabung lelaki dengan perempuan.

"Di sini juga ada madrasah tempat para siswa belajar," ungkap Muhammad Abdul Hamid, salah satu pengurus Masjid Sittie Maryam kepada detikTravel.

Bangunan madrasah menempel pada bangunan masjid. Ada spanduk lembaga UNICEP berbendera Turki, mungkin pembangunannya dibantu oleh mereka.



Madrasah di Masjid Sittie Maryam (Syanti/detikTravel)


Madrasah ini terdiri dari 5 lantai yang terbagi-bagi menjadi kamar tidur, ruang belajar, kamar ganti, dapur dan ruang makan. Madrasah ini dihuni oleh anak laki-laki berumur 14-18 tahun.

Menurut pengamatan detikTravel, posisi masjid sedikit sulit ditemukan. Karena berada di tengah pemukiman warga dan harus melewati gang kecil untuk menuju masjid. Jika traveler menggunakan jasa tour guide, bisa ditanyakan langsung dan meminta antar ke lokasi.

"Masjid biasanya ramai dikunjungi oleh para pelajar Muslim Indonesia yang melakukan pertukaran pelajar. Di hari-hari biasa masjid diramaikan oleh komunitas Muslim yang berada di kawasan masjid dan Kota Cebu," jelas Hamid.

Untuk makanan halal, di kawasan ini termasuk sulit menemukan makanan yang bisa dikosumsi umat Muslim. Jadi traveler saat berkunjung ke Cebu, memang harus sedikit bersabar ya. (sym/fay)

FOKUS BERITA

Muslim Traveler
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED