Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 07 Agu 2018 20:50 WIB

TRAVEL NEWS

Soal Pembangunan di TN Komodo, Ini Kata Pengamat Pariwisata

Shinta Angriyana
detikTravel
Pulau Rinca (Faela Shafa/detikTravel)
Pulau Rinca (Faela Shafa/detikTravel)

FOKUS BERITA

Polemik di TN Komodo
Jakarta - Pembangunan di wilayah TN Komodo sedang menjadi perdebatan. Sebenarnya, bagaimana permasalahan ini menurut pengamat pariwisata?

Informasi yang beredar, pembangunan akan dilangsungkan di Pulau Padar, Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Pembangunan ini meliputi akomodasi untuk para wisatawan yang berkunjung.

Menurut Diaz Pranita, Dosen Program Studi Pariwisata Vokasi Universitas Indonesia, pembangunan ini berada di wilayah konservasi. Di mana, lokasinya harus diperhatikan betul dan teliti.

"Sebetulnya sedang sensitif banget ya. Kalau yang saya pahami Pulau Rinca itu kan area konservasi dan termasuk ke dalam zona inti yang seharusnya pembangunan sangat terbatas di sana," ujarnya saat dihubungi detikTravel, Selasa (7/8/2018).

Ini juga menjadi masalah yang harus dipertimbangkan. Menurut Diaz, zona inti yang akan jadi wilayah pembangunan ini bisa berdampak bagi habitat komodo.

"Sekarang kalau zona inti dibangun lalu komodo makin terdesak jadi bagaimana? Apakah tidak menyebabkan masalah baru karena habitat komodo semakin kecil," tambahnya.

BACA JUGA: Heboh Rencana Pembangunan di TN Komodo, Ini Kata KLHK

Pulau Rinca adalah habitatnya komodoPulau Rinca adalah habitatnya komodo (Agung Pambudhy/detikFoto)


Diaz juga menambahkan, bahwa sebaiknya pembangunan di TN Komodo harus dibatasi. Dikarenakan, hal yang dapat menganggu habitat Komodo, jika terlalu luas.

"Kalau menurut saya amenitas di Pulau Rinca sebaiknya juga dibatasi saja untuk mendukung taman nasional atau atraksinya. Toh sudah ada Labuan Bajo kenapa harus masuk ke Pulau Rinca,"

Diaz mengatakan, bahwa sebaiknya pembangunan harus yang menunjang interpretasi dari pulau Komodo.

"Fasilitas yang dibangun sebaiknya berupa signage atau yang mendukung interpretasi dan tourist flow saja," tambah Diaz.

(sna/aff)

FOKUS BERITA

Polemik di TN Komodo
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED