Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 09 Agu 2018 18:30 WIB

TRAVEL NEWS

Tim Besar Mapala UI Siap Ekspedisi ke Pedalaman Papua Barat

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI dan TNI di Manokwari (dok Mapala UI)
Tim Ekspedisi Bumi Cenderawasih Mapala UI dan TNI di Manokwari (dok Mapala UI)
Jakarta - Tim Besar Ekspedisi Bumi Cenderawasih (EBC) Mapala UI siap menjelajah pedalaman Papua Barat. Sederet kegiatan alam dan sosial siap dilakukan mereka.

Tim Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) kini telah lengkap setelah datangnya kelompok terbang (kloter) II di Pelabuhan Mokmer, Manokwari, pada Kamis (9/8/2018), sekitar pukul 06.45 pagi WIT.

Tim besar kloter II terdiri atas 31 anggota hasil gabungan dari 1 instruktur kayak, 2 anggota tim darat arung jeram, 1 atlet telusur gua, 6 anggota tim dokumentasi serta 21 anggota tim bakti sosial kesehatan. Tim besar kloter II menempuh perjalanan panjang dari Depok, Jawa Barat, sampai ke Pulau Biak menggunakan pesawat Hercules milik TNI. Dari Biak, mereka meneruskan perjalanan ke Manokwari menggunakan kapal feri.

Sebelumnya, tim besar kloter I telah berangkat pada tanggal 24 Juli 2018. Dengan rute yang sama dengan yang dilalui kloter II, saat itu tim besar kloter I terdiri atas gabungan 4 atlet arung jeram, 2 pilot paralayang, 2 penelusur gua, dan 2 tim base communication serta 5 orang tim support.

"Kami bersyukur atas semangat dan kesehatan yang tetap terjaga oleh segenap tim. Akhirnya kami dapat segera melakukan sesuatu untuk tanah Papua yang indah, tempat yang selalu istimewa bagi Mapala UI," kata Fathan Qarib, Ketua Pelaksana Ekspedisi Bumi Cenderawasih dalam rilis kepada detikTravel, Kamis (9/8/2018).


Di Manokwari, pukul 08.15 WIT, tim telah dilepas secara simbolis melalui upacara pelepasan oleh Pemda Papua Barat. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Papua Barat, Robert Rumbekwan mewakili Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan harapannya bahwa ekspedisi ini bisa mengangkat potensi wisata alam dan petualangan di pedalaman Papua Barat.

"Kami mendukung tim Mapala UI yang mau menyumbangkan kepedulian dan ilmunya. Besar harapan kami Ekspedisi Bumi Cenderawasih dapat menjadi titik awal berkembangnya pariwisata di Papua Barat. Semoga seluruh kegiatan ini berjalan lancar," kata Robert Rumbekwan.

Ekspedisi Bumi Cenderawasih merupakan ekspedisi Mapala UI yang dihelat di Papua Barat sejak tanggal 24 Juli sampai 29 Agustus 2018. Agenda EBC terdiri atas bakti sosial kesehatan 'Bhakti Papua' serta eksplorasi 'Pesona Alam Cenderawasih'.


Dalam Bhakti Papua, Mapala UI yang berdiri sejak 1964 berkolaborasi dengan dokter dan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran (FK) UI, serta mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI. Tim tersebut akan memberikan bantuan medis berupa pengobatan massal dan penyuluhan. Tim juga akan mendata kondisi kesehatan masyarakat di lima desa Distrik Anggi dan Distrik Anggi Gida.

Sementara dalam kegiatan Pesona Alam Cenderawasih, tim berfokus pada pengembangan wisata minat khusus Papua Barat. Eksplorasi yang akan dilakukan adalah pemetaan dan pengarungan Sungai Prafi serta pemetaan titik-titik terjun baru di barisan Pegunungan Arfak. Kedua kegiatan ini akan dilangsungkan di Kabupaten Pegunungan Arfak. Selain itu, Mapala UI juga akan mencari dan memetakan titik-titik mulut gua di kawasan karst Kabupaten Teluk Bintuni.

Hasil dari rangkaian kegiatan ini kemudian akan dijadikan bahan diskusi publik yang selain dari Mapala UI juga akan diikuti oleh Pemda Papua Barat, pelaku bisnis industri wisata petualangan Lody Korua, David Agustinus Teak serta Setyo Ramadani, Dosen Pariwisata Program Pendidikan Vokasi UI Diaz Pranita, serta dihadiri sejumlah jurnalis, staf pemerintahan dan warga umum.

Setelah diskusi tersebut dilangsungkan kemudian akan disusun laporan rekomendasi wisata minat khusus untuk kemudian diberikan kepada berbagai pihak pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata serta kepada industri wisata petualangan.

"Semoga seluruh hasil kegiatan ini, baik itu bantuan kesehatan dan pendataan kondisi kesehatan warga ataupun penelitian wisata minat khusus yang kami lakukan di Papua Barat dapat bermanfaat bagi warga Papua Barat itu sendiri dan Indonesia secara umum," jelas Ketua Umum Mapala UI, M Jazmi Dwi Hartono. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED