Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Agu 2018 18:15 WIB

TRAVEL NEWS

Wings Air Buka Rute Batam-Letung, Perjalanan ke Anambas Hanya 1 Jam

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Jakarta - Maskapai Wings Air menjadi maskapai pertama yang membuka rute penerbangan Batam-Letung melalui Bandar Udara Letung. Dengan begitu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Anambas diperkirakan bertambah, seiring dengan semakin cepat dan mudahnya akses transportasi.

"Rute Batam ke Anambas yang biasa ditempuh lebih 6 jam dengan kapal cepat, bisa dipangkas menjadi 1 jam," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Senin (13/8/2018).

Arief pun yakin Indonesia bisa mengalahkan Maldives dalam waktu singkat. "Dengan adanya penerbangan ini maka waktu yang ditempuh akan lebih cepat, sehingga turis asing tak bosan menunggu terlalu lama untuk sampai di pulau yang diinginkan," jelasnya.


Senada dengan Arief, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, yang diwakili Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar, Masruroh atau akrab disapa Iyung mengatakan, rute Wings Air ini mempermudah wisatawan untuk menjangkau destinasi yang ada di Kepulauan Anambas.

"Penerbangan Wings Air sendiri terkoneksi dengan penerbangan Lion Group menuju Jakarta, Jambi, Medan, Palembang, Surabaya, Pontianak, Bengkulu. Untuk harga promo dari Batam ke Letung hanya Rp 560 ribu. Sedangkan dari Letung ke Batam hanya Rp 663 ribu," jelas Iyung.

Dirinya menambahkan, penerbangan ke Anambas akan dibundling dengan paket hotdeals dan dipromosikan ke Singapura dan Malaysia. "Jadi ke Batamnya naik ferry lanjut ke Anambas dengan Wings. Sekarang saya sedang koordinasi dengan Wings Air, Kadispar Anambas, dan industri terkait untuk menyiapkan paket ini, dan juga famtripnya," paparnya.

Lebih lanjut, Staf Ahli bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan, Cris Kuntadi mengatakan, rute Batam-Letung tersebut akan dilayani pesawat tipe ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi. Wings Air akan beroperasi melayani penerbangan Batam-Letung PP 3x seminggu, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat, dengan keberangkatan setiap pukul 12.30 WIB dari Batam, kembali lagi ke Batam pukul 13.55 WIB.

"Kami bersyukur penerbangan komersial dapat masuk ke bandara ini. Sehingga dana subsidi dapat digunakan untuk kepentingan lain. Contohnya untuk perpanjang runway. Biar nantinya cita-cita warga Anambas memiliki bandara internasional dapat cepat terwujud," ujar Cris.

Menurut Cris, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak hanya menyiapkan infrastruktur bandara, tetapi juga menyiapkan seluruh elemen pendukungnya. Hal tersebut dilakukan karena menurutnya sebuah bandara harus menarik bagi maskapai untuk beroperasi pada bandara tersebut.

"Kami tidak berhenti hanya sampai berdirinya sebuah bandara. Kami juga menyiapkan perangkat pendukung hingga menarik maskapai untuk beroperasi di bandara-bandara yang telah dibangun," ujarnya.


Sementara itu Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dorongan dan usahanya sehingga dapat mewujudkan penerbangan reguler bagi warga Anambas. "Saya mewakili warga Anambas mengucapkan terima kasih atas dorongan semua pihak hingga penerbangan reguler dapat terwujud," ucap Zuhendra.

Dirinya juga mengharapkan adanya kemudahan dan peningkatan kesejahteraan bagi warga Anambas dengan banyaknya maskapai yang nanti akan beroperasi di Bandara Letung. "Mudah mudahan dengan banyaknya maskapai nanti, dapat memberikan kemudahan bagi warga dan meningkatkan kesejahteraan warga Anambas," lanjut Zuhendra.

Sebagai informasi, Bandar Udara Letung adalah salah satu bandara terdepan di Indonesia. Bandara ini dikelola oleh Kementerian Perhubungan di bawah koordinasi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dabo Singkep. Bandara yang memiliki dimensi runway 1400 m x 30 m ini memulai operasional dengan masuknya penerbangan perintis oleh maskapai Susi Air.

Pembangunan Bandar Udara Letung yang dimulai sejak 2014. Pembangunan ini merupakan tindak lanjut atas Program Nawa Cita, terutama cita ketiga dari Presiden Joko Widodo, yaitu untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, dengan mengedepankan pembangunan dari wilayah terdepan dan membuka daerah terisolir. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA