Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Sep 2018 18:07 WIB

TRAVEL NEWS

Apa Kabar 10 Bali Baru?

Foto: Menpar Arief Yahya (Randy/detikTravel)
Jakarta - Program 10 Bali Baru terus digenjot dan didukung langsung oleh Pemerintah serta Kemenpar. Menurut Menpar Arief Yahya, progressnya hingga saat ini sudah oke.

Sejak pertama kali dihadirkan oleh Pemerintah di tahun 2016, pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas atau 10 Bali Baru kian dipacu lewat Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Program ini pun jadi ujung tombak Kemenpar untuk mengejar target target 20 juta wisatawan pada tahun 2019 mendatang.

Semenjak itu lah, Menpar Arief Yahya terus mendorong pembangunan infrastruktur dan utilitas di 10 destinasi tersebut dengan menggandeng sejumlah stakeholder terkait.

Adapun 10 Bali Baru tersebut terdiri dari Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Hari ini di lantai 16 Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (6/8/2018) Arief pun memberi sedikit bocoran terkait progress pembangunan dari 10 Bali Baru lewat data per 31 Agustus 2018. Antara lain:

- Toba 81,74%
- Borobudur 95,55%
- Bromo Tengger semeru 98,28%
- Kepulauan seribu 108,07%
- Tanjung Kelayang 102,75%
- Tanjung Lesung 101,95%
- Mandalika 104,64%
- Labuan Bajo 122,65%
- Wakatobi 101,21%
- Morotai 104,71%

Dilihat dari data tersebut, ada 3 destinasi prioritas yang progressnya masih di bawah 100% (Toba, Borobudur, Bromo). Sedangkan total performancenya adalah 102,2%.

Diungkapkan oleh Arief, pencapaian itu dirasa sudah cukup baik. Walau masih ada destinasi yang progressnya belum maksimal.

"Menurut Kemenpar progresnya oke," sebut Arief.

Arief menjelaskan, pembangunan 10 Bali Baru menjadi sebuah pencapaian besar dalam dunia pariwisata Indonesia setelah berhasilnya kawasan pariwisata Nusa Dua di Bali.

Ia pun juga sempat menyinggung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Banten dan KEK Mandalika di Lombok yang sempat mangkrak lama.

"Blueprint Nusa Dua ada di sini, Kemenpar Postel dulu. Untuk membangun seperti itu perlu waktu minimal 20 tahun. Setelah itu ada 2 kek pariwisata, dua-duanya di atas 25 tahun, Tanjung Lesung dan Mandalika, dua-duanya nggak jalan. Akhirnya dua itu saya jadikan 10 Bali Baru. Saya tanggung jawab ngajak pak Presiden ke sana," kenang Arief.

(Randy/detikTravel)(Randy/detikTravel)
Namun, membangun 10 Bali Baru tentu tak mudah membalikkan telapak tangan. Dalam prosesnya, pembangunan mulai difokuskan pada 4 destinasi yang dianggap paling krusial terhitung November 2017. Antara lain Danau Toba di Silangit, Borobudur, Mandalika dan Komodo di Labuan Bajo.

"Empat itu semua basic infra and utilies. Semua masterplan harus selesai. Saya akan meninggalkan semua hal yang bagus. Minimal bandara internasional. Yang gak prioritas juga sudah internasional, Belitung, Banyuwangi, Lampung belum," ujar Arief.

BACA JUGA: Kemenpar Promosikan 10 Bali Baru Lewat Ajang Maraton

Dalam kesempatan yang sama, Arief juga kembali mengajak semua investor untuk berinvestasi di 10 Bali Baru. Arief pun mengatakan, kalau nilai tanah di 10 Bali Baru telah naik sejak dibangun untuk mendukung pariwisata.

"Konyol kalau orang nggak investasi, kebangetan. Yang janji Presiden," pungkas Arief.

Pada akhirnya, pembangunan 10 Bali Baru harus menjadi sesuatu yang berkelanjutan. Arief telah berupaya untuk membangun sejumlah infrastruktur pendukung di destinasi prioritas, untuk kelak dilanjutkan pada periode kepemimpinan berikutnya. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA