Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Sep 2018 23:05 WIB

TRAVEL NEWS

Menpar Optimistis Jatiluwih Festival 2018 Jaring Wisatawan ke Tabanan

Prima Fauzi
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Foto: Dok Kemenpar
Tabanan - Jatiluwih Festival 2018 yang akan digelar 14-15 September di Jatiluwih, Tabanan, Bali dikatakan akan banyak menarik kunjungan wisatawan. Hal itu tak lepas dari aspek penunjang bagi para wisatawan yang hadir, termasuk atraksi yang spektakuler.

"Konten yang diberikan Jatiluwih Festival 2018 ini sangat spektakuler. Beragam nilai dipadukan hingga memunculkan harmoni. Dengan kompleksitas dan kreativitas tinggi, festival ini akan banyak menarik kunjungan wisatawan," ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/9/2018).

Kawasan Jatiluwih ini memang terbilang destinasi yang menjanjikan. Sepanjang 2018, destinasi ini dikunjungi 239.707 wisatawan. Rinciannya, 228.165 orang merupakan wisatawan mancanegara (wisman), lalu 11.542 nama berstatus wisatawan nusantara (wisnus). Padahal, pada 2017 wilayah ini dikunjungi 150.751 wisatawan. Porsi wisman mencapai 127.850 orang dan sisanya 22.901 nama adalah wisnus.

"Wilayah Bali ini sangat fantastis, baik alam dan budayanya. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitas di Bali adalah yang terbaik. Aspek 3A di Bali banyak mendapatkan award dan sangat diakui di dunia. Karena Jatiluwih Festival sudah di depan mata, segera saja atur perjalanan menuju ke sana. Jalur udara dan lautnya sama-sama bagus," tutup Menteri asal Banyuwangi tersebut.


Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Ricky Fauzi menjelaskan, Jatiluwih Festival 2018 menyajikan beragam kekayaan yang dimiliki Tabanan. Ada parade live musik, seni pertunjukan, seni rupa, kuliner, hingga display beragam produk dan komoditas.

"Jatiluwih Festival sudah mendunia. Sebab, wilayah Jatiluwih ini sangat terkenal. Pengakuan tersebut bahkan telah diberikan UNESCO. Konten- konten terbaik juga sudah disiapkan Jatiluwih Festival untuk memberi sensasi berbeda," ungkap Ricky.

"Pengembangan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh Jatiluwih Festival ini luar biasa. Ada banyak dimensi di sana. Semuanya mengatur keseimbangan manusia dan alam, lalu vertikal ke atas. Harmoni inilah yang terus diterapkan dan dilestarikan oleh masyarakat Jatiluwih," terang Ricky.

Mengangkat tema besar 'maTha: Subak', konsep ini memiliki makna harmoni manusia, alam, dan Tuhan. Konsep ini mengatur nilai-nilai dari 7 dimensi. Ada pengembangan identitas dengan output pelestarian budaya, lalu dikuatkan dengan dimensi ekonomi dalam konsep pariwisata. Terdapat juga dimensi sosial budaya, kualitas hidup, hingga lingkungan. Semuanya dikuatkan dengan nilai spiritual.


"Ada banyak esensi dari Jatiluwih Festival. Sebab, festival ini menawarkan berbagai kreativitas. Ada seni budaya tradisional, kontemporer, hingga kombinasi keduanya. Yang jelas, ada banyak pengalaman baru yang akan diberikan bagi pengunjungnya," katanya lagi.

Festival yang didukung penuh oleh Kemenpar ini memang menyajikan beragam hiburan. Total ada lima sub-event yang sudah disiapkan. Ada musik, pertunjukan, seni rupa, kuliner, hingga display beragam produk dan komoditas. Panggung besar bahkan sudah disiapkan Jatiluwih Festival untuk menampung beragam genre dan musisi yang akan beraksi.

Genre musik yang disajikan meliputi musik tradisional, world music, jazz, hingga folkSurya Sewana. Khusus folkSurya Sewana, agenda ini akan menampilkan musisi top seperti Indra Lesmana dan Dewa Budjana. Ada juga Koko Harsoe, Ito Kurdhi+Abad 21, Yuri Mahatma, juga Gustu Brahmantya. Tak ketinggalan ada Balawan, Kevin, Sandy Winarta, Robi Navicula, dan masih banyak lagi.

Untuk seni pertunjukan akan tampil tari tradisional dan kontemporer Tebo Aumbara. Ada juga Mepantigan Art, Jasmine Okubo, Okokan, Tebuk Lesung, Gong+Tari, Arja, Joged Bumbung, dan Rindik. Kemudian dilengkapi juga komposisi seni rupa memajang lukisan, patung, dan seni instalasi yang terdiri dari bambu dan materi lokal lainnya karya Eko Prawoto dan Bagus Bagonk.


"Konsep hiburan disajikan secara masif. Para pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai hal unik dan menarik. Fasilitas festival ini semakin lengkap dengan sajian kuliner dan beragam kerajinannya," ujar Ricky.

Seni kuliner tidak ketinggalan disajikan. Aneka pangan dan jajanan tradisional Gede Kresna dan Pengalaman Rasa ditampilkan. Dihadirkan juga karya kolaborasi Chef Danang dengan masyarakat Jatiluwih. Lalu, ada display produk Jatiluwih yaitu berupa hasil pertanian, produk olahan, dan kerajinan.

Jatiluwih berada di kaki Gunung Watukaru. Yang menjadi salah satu keunggulan Jatiluwih adalah sistem tata kelola air Subak yang diterapkan secara komunal dan berkeadilan, sistem ini ditetapkan UNESCO sebagai World Cultural Heritage sejak 2012.



Simak video Wisatawan Serbu Embun Beku Mirip Salju di Gunung Bromo
(idr/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED