Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Sep 2018 07:28 WIB

TRAVEL NEWS

Apa Ada Oknum dalam Polemik Peternakan Ayam di Geopark Gunung Sewu?

Usman Hadi
detikTravel
Foto: Peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu (Istimewa/Cahyo)
Foto: Peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu (Istimewa/Cahyo)
Gunungkidul -
Polemik pembangunan peternakan ayam di Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul masih berlanjut. Kok bisa peternakan dibangun tapi belum punya IMB dan Amdal?

Peternakan ayam milik PT Widodo Makmur Unggas di kawasan Geopark Gunung Sewu menjadi polemik. Selain karena berada di kawasan lindung karst yang diakui badan PBB UNESCO, pengelola peternakan juga belum memiliki IMB dan dokumen Amdal.

Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta, Halik Sandera, mempertanyakan keberadaan peternakan tersebut. Dia menduga ada oknum yang bermain, sehingga peternakan ayam tersebut sudah berdiri tanpa IMB dan Amdal.

"Secara aturan itukan banyak aturan yang dilanggar. Urusan pembangunan, izin lingkungannya juga belum ada. Artinya kan ada apa di balik itu?" kata Halik saat dihubungi detikTravel, Kamis (13/9/2018).

"Apakah ada oknum yang bermain? Apakah itu (oknum) di Pemerintah Kabupaten Gunungkidul?" lanjutnya.

Halik mempertanyakan komitmen dan keseriusan Pemkab Gunungkidul dalam mengelola kawasan Geopark Gunung Sewu. Padahal secara aturan jelas, lokasi peternakan berada di kawasan lindung karst.

"Padahal mereka (pengelola) tidak mempunyai IMB, mereka tidak mempunyai izin lingkungan. Seharusnya aktivitas (di peternakan) itu tidak boleh terjadi," paparnya.

Dalam kesempatan sebelumya Pemkab Gunungkidul sudah memberikan klarifikasi. Peternakan ayam milik PT Widodo Makmur Unggas tidak menyalahi tata ruang. Berdasarkan Perda RTRW, wilayah Semanu memang ditetapkan sebagai kawasan pengembangan ternak unggas.

"Lokasi tersebut tidak melanggar Perda RTRW. Karena Kecamatan Semanu termasuk tujuh kecamatan sebagai kawasan pengembangan ternak unggas," kata Bupati Gunungkidul Badingah.

Namun bupati mengakui kalau peternakan itu belum punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). ""Saat ini (pengurusan Amdal) masih dalam proses masa transisi dari sistem perizinan manual ke sistem online single submission (OSS). Maka diperlukan waktu yang cukup untuk pembahasan Amdal tersebut," ungkap Badingah.

Menanggapi hal tersebut, Halik menilai tidak sepatutnya pemkab hanya mengacu RTRW Gunungkidul saja. Padahal, terdapat aturan lain yang mengharuskan pemerintah melindungi kawasan karst di Geopark Gunung Sewu.

"Padahal kebijakan tentang penetapan kawasan bentang alam karst Gunung Sewu itukan tahun 2014. Artinya dasar pemberian izin pemanfaatan tata ruangnya tidak hanya mengacu pada izin tata ruang (kabupaten)," ucapnya.

"Tapi kemudian harus melihat kebijakan-kebijakan di tingkat provinsi maupun nasional, yang mengatur tentang penataan tata ruang juga," pungkas Halik.



Saksikan juga video 'Peternakan Ayam di Geopark Gunung Sewu Jadi Polemik':

[Gambas:Video 20detik]

(wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
CNN ID
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya