Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Okt 2018 12:10 WIB

TRAVEL NEWS

Salah Isi Formulir Visa, Turis Ini Dikira Teroris

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Foto: Ilustrasi Visa AS (Ari Saputra/detikTravel)
Foto: Ilustrasi Visa AS (Ari Saputra/detikTravel)
New York - Hati-hati saat sedang mengisi formulir visa. Salah-salah kamu dikira teroris, seperti yang terjadi pada turis bernama Mandie Stevenson. Begini kisahnya.

Nasib apes mesti dialami oleh Mandie Stevenson (29), turis asal Falkirk, Skotlandia. Mandie terpaksa berurusan dengan pihak berwajib gara-gara salah tulis saat mengisi formulir visa ke AS.

Dilansir detikTravel dari BBC, Rabu (3/10/2018), awalnya Mandie memang hendak liburan ke AS. Mandy ingin liburan ke New York sambil mengisi waktu menanti jadwal scan ke dokter berikutnya. Mandie diketahui menderita penyakit kanker payudara.

Setelah memesan paket liburan ke New York, Mandie pun mengajukan visa secara online. Saat sedang mengisi formulir visa secara online inilah kesalahan terjadi.

Di kolom pertanyaan: "Apakah Anda pernah terlibat dengan aktivitas teroris, mata-mata. sabotase. atau genosida?" harusnya traveler memberikan tanda centang pada kolom tidak. Namun Mandie justru mencentang tanda iya di kolom ini.

Itu berarti Mandie menyatakan diri pernah terlibat dengan tindak pidana terorisme. Padahal kenyataannya, Mandie tidak pernah terlibat kegiatan terlarang tersebut seumur hidupnya. Visa Mandie pun ditolak mentah-mentah oleh pihak Kedutaan AS.

"Saya yakin mencentang tanda tidak dan ketika saya scroll ke bawah untuk menekan tombol confirm, mungkin tanda itu ikut tersentuh. Itu cerita saya," kata Mandie pada BBC.

Salah Isi Formulir Visa, Turis Ini Dikira TerorisFoto: Mandie Stevenson (BBC)


Mandie pun mengakui bahwa kesalahannya itu sangat memalukan. Mandie bersikukuh kesalahan ini terjadi bukan karena salah dirinya, melainkan sistemnya saat itu sedang error, dan baru bisa diakses kembali keesokan harinya.

Sementara itu, pihak Kedutaan Amerika Serikat di London menyebut bahwa kotak yang dicentang Mandie, adalah kotak terburuk yang pernah dicentang oleh para pemohon visa.

Akhirnya, Mandie pun pergi ke London untuk mengklarifikasi kesalahan ini ke Pihak Kedutaan AS. Mandie pun harus menjalani serangkaian interview intens guna meyakinkan kedutaan bahwa dia bukanlah ancaman keamanan bagi pihak AS.

Setelah serangkaian interview serius, pihak Kedutaan AS di London pun menerbitkan visa Mandie, dengan catatan tidak menjamin visa ini keluar tepat waktu dengan jadwal trip Mandie ke New York. Mandie pun disarankan untuk melakukan reschedule tripnya ke AS.

Gara-gara salah isi formulir visa ini, Mandie terpaksa harus merugi sekitar 800 Poundsterling (setara Rp 15,6 juta) untuk biaya booking ulang tripnya. Belum lagi perjalanan bolak-balik ke London untuk interview visa yang memakan biaya sampai 320 Pounds (Rp 6,2 juta). Ada-ada saja! (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Ternate, Secuil Surga di Maluku

Rabu, 26 Jun 2019 10:50 WIB

Ternate, sebuah kota di pulau kecil di timur Indonesia mempunyai destinasi wisata yang sangat indah. Pantai, danau, gunung semua lengkap dan indah!