Pada pembekalan yang diikuti 1.000 peserta ini hadir Pimpinan Pacto & Royalindo, selaku PCO event Akbar tersebut serta Ketua STP Nusa Dua Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara.
Menurut Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani Mustafa, kegiatan ini adalah pemantapan untuk mensukseskan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai materi padat disampaikan secara gamblang oleh Manager Pacto Convex Bali, Rika. Setelah paparan materi, dilakukan pertemuan dengan Team PCO Annual Meeting IMF & WBG 2018. Pertemuan ini dilakukan per divisi. Tujuannya untuk melengkapi informasi yang spesifik sesuai bidang masing-masing.
"Para mahasiswa dari sekolah pariwisata ini dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan. Mereka akan diterjunkan untuk membantu memperlancar dan menyukseskan acara. Sehingga perhelatan akbar ini dapat berjalan lancar," terang Kiki.
Sementara itu Ketua STP Nusa Dua Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara mengatakan penyelenggaran IMF & WBG 2018 di Bali merupakan ajang prestisius. Sebanyak 189 negara dunia datang dan akan hadir 12.500-15.000 orang.
"Pertemuan ini banyak berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Bali pada khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Maka sangat penting memberikan service excellent kepada setiap tamu atau delegasi yang hadir untuk memberikan kesan positif," ujar Byo.
Hal ini pun diamini oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya para mahasiswa ini merupakan duta yang akan merepresentasikan masyarakat Indonesia kepada dunia sehingga hospitality, keramah tamahan, kesopanan, gesture dan salam, serta cara menghadapi delegasi penting untuk diperhatikan.
"Indonesia yang indah, aman, dengan segala keunikan ragam budaya. Ini semakin kuat dengan didukung oleh SDM berkualitas yang akan menunjukkan keramah tamahan sebagai identitas bangsa Indonesia," ujar Arief.
Arief menambahkan, perhelatan tahunan dunia ini memang menjadi momentum penting dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Selain didatangi sekitar 18.000 delegasi, potensi income dari para delegasi juga sangat besar.
Mengacu data Bappenas, kemampuan "spending" delegasi IMF-WB Annual Meetings diperkirakan mencapai Rp 943,5 miliar, 95,2 persen di antaranya merupakan wisman. (mul/ega)










































