Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Okt 2018 12:50 WIB

TRAVEL NEWS

Aplikasi YachtERS Akan Permudah Izin Yacht Masuk Indonesia

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: Peluncuran Aplikasi YachtERS (dok Kemenkomaritim)
Foto: Peluncuran Aplikasi YachtERS (dok Kemenkomaritim)
Jakarta - Sulitnya mengurus perizinan jadi momok bagi wisatawan yacht masuk ke Indonesia. Namun, kini semua kian mudah lewat aplikasi YachtERS.

Berdasarkan rilis yang diterima detikTravel, Rabu (17/10/2018), Kemenko Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Selasa (16/10) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan meresmikan aplikasi YachtERS (Yacht's Electronic Registration System) yang administrasinya berpusat pada sistem pelayanan Bea Cukai.

Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat proses administrasi perizinan bagi yacht yang ingin datang ke Indonesia.

Kemenko Kemaritiman ikut memfasilitasi acara Peresmian Aplikasi YachtERS terbaru tersebut karena hal ini merupakan salah satu isu strategis yang ditangani oleh Kemenko Kemaritiman, yaitu terkait kemudahan kunjungan kapal wisata asing ke Indonesia dalam rangka mendukung pariwisata bahari.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman, Agung Kuswandono, sebelumnya proses registrasi kedatangan Yacht ke Indonesia membutuhkan proses administrasi yang sangat lama.

"Dulu mereka harus mengurus izin ke Kementerian Luar Negeri, TNI AL, Kementerian Perhubungan, Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina yang menyebabkan para yacht tersebut enggan datang ke Indonesia. Namun dengan aplikasi yachtERS ini hal itu tidak akan terjadi lagi," terang Deputi Agung.

"Sekarang mereka kalau mau ke Indonesia cukup akses aplikasi di rumahnya lewat IT lewat internet sudah kita program di sini. Dengan itu mereka akan nyaman datang ke sini, mudah, sehingga kita harapkan yang datang semakin banyak," sambungnya.

Lebih lanjut, menurutnya keberadaan aplikasi YachtERS diharapkan membantu registrasi online kapal yacht sehingga mempermudah kunjungan yacht asing ke Indonesia.

Dengan demikian income Pemerintah Daerah yang menjadi titik labuh yang disinggahi oleh kapal-kapal yacht meningkat karena parkir yacht sehari sekitar 300 USD (Rp 4,5 juta)

Deputi Agung juga menjelaskan, awalnya pada 2016 lalu aplikasi yachtERS ini sudah dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri. Tetapi dalam perkembangannya pihaknya menilai bahwa Direktorat Jenderal Bea Cukai lah yang lebih tepat untuk mengembangkan ini dan lebih siap.

"Jadi kita pindahkan dari Kemenlu ke Bea Cukai. Tapi aplikasi ini untuk Indonesia, semua Kementerian/Lembaga ada di dalamnya untuk bekerja di masing-masing tempatnya," jelas Deputi Agung.

Kini, menurut Deputi Agung Aplikasi ini sudah layak diresmikan dan siap digunakan. Indonesia sudah punya aplikasi YachtERS yang beroperasi secara daring. Namun pesannya kita boleh berbangga tapi jangan puas diri karena aplikasi ini harus terus dikembangkan.

"Aplikasi ini aplikasi yang tumbuh dan berkembang, ke depannya akan terus dikembangkan sehingga para Yacht yang datang ke Indonesia semuanya tertata rapi dan terregistrasi," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Belitung Sahani Saleh mengaku bangga daerahnya dipilih sebagai tempat peluncuran Aplikasi yachtERS. Apalagi, setiap tahun Belitung dikunjungi oleh Yacht dari beberapa negara yang berlibur ke Belitung. Belitung menurutnya selama ini juga telah menyiapkan event-event penyambutan khusus terhadap kedatangan wisatawan yacht tersebut sehingga betah dan nyaman berkunjung.

"Semoga aplikasi ini mempermudah Yacht dan bisa meningkatkan wisatawan luar negeri yg masuk ke Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah Kabupaten Belitung mendukung penuh program Nawa Cita Indonesia sebagai Proros Maritim Dunia. Belitung merupakan wilayah yang strategis dan memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa. Dalam waktu dekat, Belitung akan membangun sentra penghubung dan juga membangun pelabuhan-pelabuhan kecil karena ada 100 pulau kecil di Belitung.

"Kita tengah mencari siapa investor yang akan mau membangun beberapa pelabuhan bagi kapal-kapal pesiar. Pembangunan ini untuk mendukung wisata bahari dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Belitung yang mengusung nuansa kejayaan kemaritiman Indonesia pada masa lampau," tutup Sahani.





Tonton juga 'Menikmati Malam Romantis di Shanghai':

[Gambas:Video 20detik]

(wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED