Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Jan 2019 07:20 WIB

TRAVEL NEWS

Orang Labuan Bajo Menolak Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo

Afif Farhan
detikTravel
Komodo di Pulau Komodo (Afif/detikTravel)
Labuan Bajo - Heboh pemberitaan Taman Nasional Komodo mau ditutup selama 1 tahun. Padahal, selama ini pariwisata dinilai tidak pernah menganggu habitat komodo.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat rencananya akan menutup Taman Nasional Komodo selama 1 tahun. Didasari oleh kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

Namun hingga kini, baik dari pihak TN Komodo dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai aktivitas di TN Komodo masih berlangsung normal. Serta penutupan itu pun masih sebatas wacana.


Ardi salah seorang warga Labuan Bajo menjelaskan, rencana penutupan TN Komodo mendapat pertentangan dari berbagai pihak di Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Menurutnya, selama ini pariwisata tidak pernah menganggu habitat komodo.

"Sejauh ini tidak pernah ada wisatawan yang menganggu habitat komodo, ya contohnya memberi makan komodo saja tidak pernah. Para ranger dan guide di Taman Nasional Komodo juga ikut menjaga menjaga lingkungan," terangnya kepada detikTravel, Selasa (22/1/2019).

Ardi justru mempertanyakan soal habitat rusa yang kabarnya menurun di TN Komodo. Memang benar, ada perburuan ilegal rusa di Pulau Komodo. Maka itu, baiknya keamanan lebih ditingkatkan.

"Sekarang kan alasan penutupannya karena perburuan rusa. Kalau begitu, lebih baik perketat keamanan di TN Komodo dari para pemburu rusa dibanding menutup taman nasionalnya," terang Ardi.

Orang Labuan Bajo Menolak Rencana Penutupan Taman Nasional KomodoTuris di Taman Nasional Komodo (Afif Farhan/detikTravel)

TN Komodo pun sudah menjadi destinasi wisata yang mendunia. Di sanalah masyarakat Pulau Komodo dan Labuan Bajo menggantungkan hidupnya, seperti menjual suvenir, menawarkan homestay, menyewakan kapal dan lainnya.

"Penduduk di Pulau Komodo saja tidak pernah menganggu habitat komodo. Penutupan taman nasional sampai 1 tahun tidak masuk akal karena mematikan perekonomian kita. Sekali lagi, kalau masalahnya perburan rusa ya maka harus meningkatkan keamanan," paparnya.

"Hampir semua masyarakat menolak penutupan Taman Nasional Komodo," tutup Ardi. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA