Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 26 Feb 2019 15:30 WIB

TRAVEL NEWS

Tiket Pesawat Mahal, Penumpang di Bandara SIM Aceh Turun 30 Persen

Agus Setyadi
detikTravel
Foto: (Randy/detikTravel)
Foto: (Randy/detikTravel)
Banda Aceh - Jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh turun 30 persen akibat tiket pesawat mahal di dalam negeri. Mereka terbang lewat Malaysia.

"Secara umum pastilah ada dampak penurunan (karena tiket mahal). Cuma kalau dari traffic penerbangan turun sekitar 15 persen sampai 20 persen. Untuk penumpang sekitar 15-30 persen," kata GM PT Angkasa Pura-2 Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiono, saat dikonfirmasi wartawan di Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (26/2/2019).

Sebelumnya jumlah penumpang di pintu kedatangan dan keberangkatan mencapai 3.500 orang/hari. Namun dalam dua bulan terakhir, jumlahnya turun menjadi 2.500 orang.

Menariknya, jumlah penumpang yang berangkat ke Malaysia mengalami peningkatan pasca harga tiket pesawat melonjak drastis dalam negeri. Yos mencatat, 40 persen penumpang sekarang terbang ke Malaysia. Malaysia diketahui, bisa jadi rute alternatif ke Jakarta dengan harga lebih murah.

"Sekarang Air Asia sudah terbang sehari tiga kali. Penerbangan ke Penang juga sudah ada setiap hari," ungkap Yos.

Menurut Yos, meski pihak maskapai sudah menurunkan harga tiket pesawat, namun belum mampu mendongkrak jumlah penumpang pesawat. Ia menyebut, harga tiket turun berkisar 20-30 persen.

"Kenaikan kemarin kan hampir 100 persen. Terasa bagi masyarakat, kecuali bagi pelaku bisnis," jelasnya.

"Bagi kita secara year to year Januari sampai Maret memang dari tahun ke tahun selalu turun. Karena di saat itu low season. Tapi karena peningkatan harga tiket ini lebih turun lagi," kata Yos.

Tak hanya jumlah penumpang yang mengalami penurunan. Pengangkutan kargo juga turun antara 5-15 persen. Hal itu, sebutnya, dampak dari aturan maskapai yang membebankan biaya kargo bagi penumpang.

"Penerapan biaya kargo juga sangat berdampak," bebernya. (sym/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA