Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Mar 2019 21:25 WIB

TRAVEL NEWS

Majukan Wisata di Papua, Kemenpar Dorong Maksimalkan Penyerapan DAK

Akfa Nasrulhak
detikTravel
Foto: edi muhammad yamin/dTraveler
Foto: edi muhammad yamin/d'Traveler
Jakarta - Pengembangan destinasi pariwisata di Papua menjadi perhatian serius Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Salah satu perhatiannya pada Dana Alokasi Khusus (DAK) pariwisata di Indonesia Timur yang diharapkan terserap secara maksimal.

Oleh karena itu, untuk memperkuat sinergi dan pemahaman mengenai DAK, Kemenpar menggelar Rapat Koordinasi Dan Sinkronisasi Pengembang Destinasi Pariwisata Wilayah Papua dan Papua Barat di Hotel Asana Biak Papua, 27-29 Maret 2019.

"Rapat ini memberikan pemahaman penuh pengembangan destinasi dengan mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pariwisata. Baik itu DAK fisik maupun non fisik bagi seluruh Dinas Pariwisata se-Papua dan Papua Barat. Dengan itu diharapkan DAK pariwisata dapat terserap maksimal mengembangkan destinasi di Tanah Papua," ujar Asdep Pengembangan Destinasi Regional III, Harwan Ekocahyo Wirasto, Rabu (27/3/2019).

Wirasto berharap lewat rakor ini seluruh peserta dapat menyamakan persepsi dalam memaksimalkan DAK pariwisata. Apalagi Papua memiliki potensi destinasi yang sangat besar. Tentunya dengan dimaksimalkannya DAK Pariwisata pengembang destinasi dapat dilakukan.


"Bukan saja pengembangan fisik, pengembangan non fisik seperti pengembang SDM-nya juga harus diperhatikan. Jangan sampai destinasi yang dibangun kemudian mubazir karena kurangnya SDM yang berkompeten di dalamnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Area IV Kemenpar Kamal Rimosan mengatakan, selama ini DAK pariwisata belum terserap maksimal oleh Dinas Pariwisata di daerah. Pasalnya selalu saja ada kekurangan administrasi dalam pengajuan DAK pariwisata ke kantor pusat.

"Ya kami ingin seluruh Kabupaten dan Kota dapat menyerap DAK Pariwisata. Karena dengan itu percepatan pengembangan destinasi di Papua dapat segera tercapai. Ini yang kita arahkan, sehingga tahun depan tidak ada lagi ketidaksiapan daerah dalam mengusulkan DAK Pariwisata. Pokoknya jangan bosan-bosan berkonsultasi dengan Kemenpar," kata Kamal.

Bagi Kamal melakukan sinkronisasi ini merupakan salah satu tugas dari bidangnya. Di samping tugas-tugas lainnya dalam membangun destinasi di regional III.

"Tugas kita di regional III ini bagaimana memfasilitasi daerah untuk mengembangkan destinasi pariwisata, kemudian melakukan supervisi, juga melakukan dukungan keahlian. Selain itu menyinkronkan program-program lintas kementerian yang dilaksanakan di daerah. Sehingga sesuai dengan target dan sasarannya yang ingin dicapai dalam mengembangkan destinasi wisata," papar putra asli Papua itu.


Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik dilaksanakannya rapat tersebut. Menurutnya, sejauh ini pengembangan sektor pariwisata di daerah sudah lumayan bagus. Tapi, hal itu belum cukup, karena capaiannya juga menurut Arief masih harus terus didorong ke angka fantastis.

"Potensi Indonesia Timur itu luar biasa. Itu harus didorong terus sehingga akan menghasilkan hasil maksimal. Ingat, kemenangan itu direncanakan! Kalau ingin sukses, rencanakan dengan sempurna! Karena hasil terbaik akan menunggu di pintu sukses," ucap Arief.

Dalam Rakor tersebut, Kemenpar menghadirkan narasumber di antaranya Kasubdit Ekonomi Kreatif Bappenas Wahyu Wijayanto yang memaparkan Arah Kebijakan DAK Fisik dan Non Fisik Bidang Pariwisata Tahun Anggaran 2019/2020. Ada juga Kasubid Pemantauan dan Evaluasi Biro Keuangan Kemenpar Edy Yunianto. Materi yang dibawakan adalah Mekanisme Pelaporan Pekerjaan Fisik dan Non Fisik DAK Bidang Pariwisata Tahun Anggaran 2019/2020. (prf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED