Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 29 Mar 2019 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

16 Maskapai Bangkrut dan Tidak Ada Lagi

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel

Halaman 1 dari 3

Wow Air (CNN Travel)
Wow Air (CNN Travel)

Jakarta - Dalam lebih dari 100 tahun dunia penerbangan, ada ribuan maskapai datang dan pergi. 16 maskapai ini pun sudah gulung tikar.

Dilansir CNN Travel, Jumat (29/3/2019), maskapai-maskapai ini adalah korban dari harga avtur atau minyak, politik, salah urus, atau kerugian finansial. Beberapa penutupan maskapai begitu dikenang, seperti jatuhnya Pan Am dan pembelian Virgin America baru-baru ini oleh Alaska Airlines.

Inilah 16 maskapai yang telah gulung tikar dan berhasil membuat kesan tersendiri pada industri penerbangan dan penumpang sebelum pnerbangan finalnya. Berikut daftarnya:

1. Wow Air

Pada tanggal 28 Maret 2019, Wow Air yang berbasis di Islandia tiba-tiba tutup. Terkenal dengan penerbangannya yang murahnya di Eropa dan Amerika Utara, maskapai ini mengumumkan perusahaannya bangkrut.

"Wow mengalami masalah keuangan, mereka berusaha bergabung dengan Icelandair namun gagal. Tulisan bangkrutnya ada di dinding tapi Wow terus membiarkan orang memesan tiketnya," kata Richard Quest dari CNN.

Ketika penggabungan yang diharapkan dengan Icelandair hancur pada menit terakhir, hal itu mengakibatkan penumpang terlantar di seluruh Eropa.

2. US Airways

Didirikan pada tahun 1937 sebagai All American Aviation, maskapai ini berganti nama menjadi Allegheny Airlines pada tahun 1953, lalu berubah lagi menjadi USAir pada tahun 1979. Ketika dianggap sebagai salah satu maskapai penerbangan terbesar di dunia dan akhirnya menjadi US Airways pada tahun 1997.

Dari US Airways, maskapai ini menerbangkan jaringan domestik dan internasional yang luas dari Bandara Charlotte, Philadelphia, Phoenix, Washington D.C.. Maskapai ini juga membeli Pacific Southwest Airlines (PSA), Piedmont Airlines dan Trump Shuttle.

Pada 15 Januari 2009, pesawat US Airways dengan penerbangan 1549 mendarat di Sungai Hudson menyusul kegagalan mesin dari beberapa serangan burung. Semua penumpang dan kru selamat dalam kecelakaan tersebut, yang terkenal dengan Miracle on the Hudson.

US Airways bergabung dengan American Airlines pada 2013, membentuk maskapai terbesar di dunia. Penerbangan akhir dari US Airways mendarat pada April 2015.

3. Continental

Sejarah panjang Continental dimulai pada tahun 1937 ketika Varney Speed Lines mengubah citranya dan memfokuskan kembali ke penerbangan penumpang. Maskapai ini memiliki pengalaman pertama yang bersejarah, seperti mempekerjakan pilot Afrika-Amerika pertama yang bekerja untuk semua maskapai penerbangan utama AS (1963), meresmikan rute jet reguler pertama yang menghubungkan pulau-pulau di Pasifik (1968), yang pertama menerbangkan rute non-stop lebih dari 16 jam (Newark ke Hong Kong, 2001) dan pelayanan pelanggan secara online selama 24 jam (2009).

Berkantor pusat di Houston dan dengan bandara utama lainnya di Cleveland, Newark dan Guam, Continental bergabung dengan United Airlines pada 2012.

4. Midwest Airlines

Maskapai penerbangan ini didirikan pada tahun 1984 dan dengan rute seluruh AS terutama dari bandara Milwaukee dan Kansas City. Hal itu tak dilakukannya lagi pada akhir 2010 ketika bergabung dengan Frontier Airlines.

Sejak 1990-an hingga awal 2000-an, Midwest memisahkan diri dari para pesaing dengan terus menawarkan makanan panas yang murah dan gratis ketika maskapai lain mengurangi fasilitasnya.
Cookie chocolate chip hangat Midwest amat terkenal, dipanggang dan disajikan di setiap penerbangan mengalahkan merk Midwest sendiri sampai maskapai itu menghentikan layanan cookie pada 2012.

5. ATA Airlines

Awalnya diluncurkan sebagai perusahaan charter pada tahun 1973, ATA memulai penerbangan komersial pada tahun 1986 dengan penerbangan dari Midwest ke Florida. Hanya melayani rute liburan yang pada akhirnya akan menjadi spesialisasi maskapai ini meski ada percobaan singkat dengan penerbangan internasional.

Bandara Indianapolis dan Chicago-Midway berfungsi sebagai bandara utama ATA. Menyusul dampak ekonomi 11 September 2001, maskapai ini mengalami kerugian finansial hingga mengumumkan kebangkrutan dan menghentikan operasi pada 2 April 2008 namun masih mengudara.

Selama kebangkrutan, Southwest Airlines mengambil merk ATA. Aksesnya di Bandara LaGuardia dan sertifikat operasinya sebesar USD 7,5 juta.

(msl/rdy)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA