Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Apr 2019 07:50 WIB

TRAVEL NEWS

Lagi, Ada Maskapai Berhenti Sajikan Kacang di Pesawat

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto: Dok. AFP
Foto: Dok. AFP
Jakarta - Maskapai EasyJet telah mengumumkan untuk melarang penjualan kacang pada penerbangannya. Sebab, banyak desakan terutama dari penumpang yang alergi pada kacang.

Dilansir CNN Travel, Kamis (25/4/2019), pelarangan konsumsi kacang di maskapai berbasis Inggris ini untuk melindungi wisatawan atau penumpang yang alergi terhadapnya. Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya tekanan dari konsumen.

Hal itu imbas dari maskapai seperti Qantas, Southwest Airlines, Lufthansa dan British Airways yang menghapus menu kacang sebagai makanan ringan dari semua penerbangan. Namun, sebagian besar mengatakan mereka tidak dapat menjamin 'lingkungan bebas kacang' karena mungkin ada penumpang yang membawanya secara pribadi.

EasyJet, yang melayani pasar Eropa, memiliki opsi khusus pada halaman pemesanannya untuk permintaan tersebut. "Keselamatan dan kesejahteraan semua pelanggan hingga kru kami adalah prioritas utama sehingga kami memiliki sejumlah prosedur untuk membantu pelanggan yang bepergian dengan alergi kacang," kata juru bicara maskapai itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami meminta setiap pelanggan dengan alergi kacang memberi tahu kami sebelum melakukan perjalanan dan kami akan meminta agar penumpang lain yang bepergian dalam penerbangan tidak mengkonsumsi produk yang mengandung kacang yang telah mereka bawa bersama mereka di atas pesawat," imbuhnya.

"Kami juga menghentikan penjualan kacang di atas kapal dan akan menghapus produk terakhir dari penerbangan kami yang mengandung kacang dalam beberapa bulan mendatang," kata EasyJet menambahkan.

Baca juga: Maskapai Ini Berhenti Sajikan Kacang Buat Camilan

Maskapai EasyJet mengakui bahwa tidak mungkin untuk melarang adanya produk kacang di semua penerbangannya. Karena penumpang lain dapat membawanya naik meski telah dilarang, karena itu akan diambil tindakan dalam kasus-kasus ekstrem.

"Ketika seorang penumpang yang menderita alergi kacang parah, yang dapat menyebabkan anafilaksis, bepergian bersama kami, kami akan meminta agar penumpang lain yang bepergian dalam penerbangan tidak mengkonsumsi kacang yang telah mereka bawa bersama mereka," tambah juru bicara itu.

Menurut sebuah studi jurnal medis JAMA Network Open, satu dari 10 orang dewasa di AS memiliki alergi makanan, yang paling umum yakni dengan kacang dan kerang. Pada tahun 2017, sebuah studi terpisah yang diterbitkan oleh World Allergy Organisation Journal menemukan bahwa ada sekitar 2,2% dari keadaan darurat medis yang disebabkan oleh reaksi alergi.

Namun, tidak semua orang mendukung untuk menghilangkan makanan tertentu dari sebuah penerbangan. Tahun lalu, keputusan Southwest untuk menghapus kacang tanah dari penerbangannya menyebabkan beberapa tekanan balik, yakni dengan National Peanut Board, kelompok industri kacang dari AS, sangat tidak setuju dengan keputusan maskapai itu.

"Kami kecewa mengetahui tentang keputusan Southwest untuk berhenti berjualan kacang tanah, yang bahkan dianggap sebagai ikon ikon sejarah dan DNA," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah langkah yang tidak perlu yang akan mengecewakan banyak pelanggan Southwest. Ini juga tidak selaras dengan ilmu pengetahuan terbaru, yang menunjukkan bahawa yang mereka lakukan paling menguntungkan satu persen orang Amerika karena alergi kacang," pungkasnya.

(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA