Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Mei 2019 19:30 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Respon Pengunjung Pasar Benhil Ketika 'Disidak' Sampah Plastik

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Pengunjung Pasar Benhil (Randy/detikcom)
Pengunjung Pasar Benhil (Randy/detikcom)

FOKUS BERITA

Bumi Rumah Kita
Jakarta - Pasar Takjil Benhil di Jakarta jadi lokasi sosialisasi sampah plastik. Ini respon dari pengunjung pasar terkait sosialisasi.

Sejak belasan tahun silam, Pasar Takjil Benhil yang hadir selama bulan Ramadhan rutin disambangi oleh traveler yang ingin mencari bukaan. Di satu sisi, konsumsi sampah plastik juga kian meningkat.

Oleh sebab itu, Rabu sore tadi (15/5/2019) pihak Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali melakukan sosialisasi sampah di Pasar Benhil.

Mendapati sosialisasi tersebut, tak sedikit pengunjung pasar yang dibuat kaget ketika dihampiri pihak KLHK. Responnya pun cukup beragam satu sama lain.

"Kalau belanja ke pasar bawa paper bag sendiri. Kadang dibawa," ujar Tika, karyawan Medika BRI bersama dua rekannya.

Ini Respon Pengunjung Pasar Benhil Ketika 'Disidak' Sampah PlastikFoto: (Randy/detikcom)

Diucapkan Tika, ia sudah biasa membawa tas belanja. Hanya saja, ia sedang kelupaan saat itu. Di sisi lain, Tika juga menerapkan sedotan yang bisa dipakai berkali-kali. Hanya saja, untuk makanan ia merasa masih sulit untuk tak memakai plastik. Khususnya saat membeli dari pedagang.

Selain Tika, ada juga pengunjung bernama Ibu Bajana yang kena sidak sampah plastik. Mengaku sering belanja di Pasar Benhil, ibu Bajana mendukung gerakan sosialisasi sampah plastik.


"Biasanya aku ada tas jinjing. Saya gak suka pakai plastik karena gak cepat putus," ujar dia.

Lalu ada juga sepasang suami istri bernama Yanti dan Yulianto yang juga kena sidak sampah plastik. Mengaku sudah punya tas belanja, tapi sering lupa bawa.

"Ada waktu itu beli, tapi kalau belanja selalu lupa gak kebawa. Kalau tas kain yg besar-besar ribet bawa ke pasar," ujar Yanti.

Memahami kalau plastik tak baik untuk lingkungan, Yulianto mengatakan kalau ia dan istrinya setuju untuk membawa tas belanja lain kali.

"Plastik itu kan memang susah di daur ulang. Memang baiknya kita bawa dari luar," ujar Yulianto.

Itulah beberapa komentar dari pengunjung Pasar Benhil. Apa traveler sekalian sudah menerapkan gaya hidup peduli lingkungan dengan mengurangi pemakaian sampah plastik? (rdy/aff)

FOKUS BERITA

Bumi Rumah Kita
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED