Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Mei 2019 16:31 WIB

TRAVEL NEWS

Sedih, Gurita Ini Pakai Gelas Plastik Untuk Tempat Berlindung

Bona
detikTravel
Foto: gurita di gelas plastik (Pall Sigurdsson/youtube)
Foto: gurita di gelas plastik (Pall Sigurdsson/youtube)

FOKUS BERITA

Bumi Rumah Kita
Jakarta - Krisis sampah bukan hanya terjadi di daratan tapi juga lautan. Di laut Lembeh, terlihat seekor gurita yang menjadikan gelas plastik sebagai tempat berlindung.

Masalah sampah bukan cuma menjadi persoalan bagi manusia dan daratan. Karena di dalam laut sana, makhluk hidup mulai yang terjebak dengan sampah.

Sebuah ekpedisi penyelaman dilakukan di Laut Lembeh, Sulawesi Utara, Indonesia. Salah satu penyelam yang mendokumentasikannya adalah Pall Sigurdsson, seperti yang dintip detikcom dari Youtube, Senin (27/5/2019).

Saat sedang melakukan penyelaman di 20 meter dasar laut, tim ekspedisi ini melihat seekor gurita kelapa. Gurita kelapa terkenal dengan insting yang kuat.

Biasanya gurita ini membuat tempat berlindung dari kelapa atau cangkang kerang. Namun apa yang ditemukan oleh para penyelam saat itu sungguh menyayat hati.

Gurita tersebut sedang berlindung di balik sampah gelas plastik. Si gurita tak bisa membedakan sampah dengan benda yang menjadi tempat berlindung.

Mengapa sampah gelas plastik berbahaya?

Karena gurita kelapa membutuhkan pelindung yang kuat untuk membantunya dari sergapan mangsa, seperti belut. Dengan berlindung di sampah gelas plastik, pemangsa juga pasti akan terbunuh. Rantai ini akan terus berulang dan berbahaya bagi kelangsungan hidup di laut.

Untuk itulah, para penyelam tersebut membantu si gurita untuk lepas dari 'rumah sampahnya'. Dari rekaman video, diketahui penyelam mencoba memberikan alternatif cangkang kerang.

Gurita kelapa juga diketahui sangat selektif dalam memilih cangkang. Para penyelam bahkan memberikan lebih dari 4 cangkang sebagai pilihan.

BACA JUGA: Kasihan... Penyu Ini Makan Sampah Plastik

Sampai akhirnya, gurita tersebut terlihat cocok dengan cangkang pilihan terakhir penyelam. Bergerak perlahan, gurita tersebut pindah dan melepaskan rumah sampahnya.

Gurita tersebut bergerak menjauh karena takut. Para penyelam yang tahu dengan maksud gurita tersebut pun mencoba untuk diam di bawah perairan, tak bergerak.

Setelah dirasa aman, para penyelam menambahkan satu cangkang yang jadi alas gurita tersebut sebagai atap rumahnya. Gurita tersebut pun terlihat nyaman di dalam cangkang.

Kasus ini kembali menjadi teguran bagi kita untuk berhati-hati dengan sampah yang kita buang. Mungkin sampah gelas plastik terlihat biasa di daratan, tapi di lautan sangat berbahaya.

Yuk, teman-teman detikcom, biasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke lautan. Jaga bumi dan laut kita untuk generasi selanjutnya!

(bnl/aff)

FOKUS BERITA

Bumi Rumah Kita
BERITA TERKAIT
BACA JUGA