Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 31 Agu 2019 12:45 WIB

TRAVEL NEWS

Beginilah Akhir Hayat Gerbong Kereta Api

Bonauli
detikTravel
Ilustrasi kereta api (PT KAI/Istimewa)
Ilustrasi kereta api (PT KAI/Istimewa)
Jakarta - Kalau kamu traveling naik kereta api, pasti kamu ngeh kalau ada gerbong baru. Ternyata usia pensiun juga diterapkan untuk gerbong kereta api.

Moda transportasi kereta api terdiri dari rangkaian gerbong yang jadi satu. Layaknya benda lainnya, gerbong kereta api memiliki batas umur pemakaian.

Bisa dibilang batas umur pemakaian kereta api cukup lama yaitu 30 tahun. Setelah umur 30 tahun, gerbong-gerbong kereta akan diperiksa kelayakannya.

"Secara teknis di atas 30 tahun pun masih bisa digunakan. Cuma biasanya kalau gerbong di atas 30 tahun ke atas itu sudah tertinggal," jelas Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI, di Jakarta Railway Station.

Edi menjelaskan bahwa gerbong yang sudah berumur di atas 30 tahun layak untuk diganti dengan yang baru. Penggantian ini pun tidak dilakukan keseluruhan.

"Hanya badannya saja, tapi kaki-kakinya dan rodanya masih bagus," ujar Edi.


Dalam penggantian gerbong juga tidak asal lho, traveler. Ada beberapa yang dipertimbangkan dari gerbong baru.

"Kereta-kereta baru ini punya maksimum speed yang disesuaikan dengan lokomotif (kepala kereta) yang baru. Loko-nya bisa narik 120 km/jam, tapi gerbong atau keretanya hanya mampu 80 km/jam. Artinya lokomotif tak akan mampu menarik dengan kecepatan maksimumnya, untuk itu perlu adanya peremajaan," papar Edi.

Nah, kira-kira gerbong yang pensiun ada di mana ya?

"Gerbong yang lama dipisah menjadi dua. Yang memang bisa di-refurbish (barang bekas yang diperbaharui), akan diperbaiki ke Balai Yasa. Karena kita juga butuh untuk cadangan di musim Lebaran dan Natal Tahun Baru," tambah Edi.


Untuk gerbong-gerbong yang tidak dapat diperbaiki akan dibongkar dan dilelang. Nantinya gerbong-gerbong ini akan dilebur kembali untuk diambil besinya.

"Selama ini kita lelang ke Krakatau Steel, Barata dan lain-lain," ujar Edi.

PT KAI sempat memiliki ide untuk menjadikan bekas gerbong kereta api sebagai tempat wisata, misalnya penginapan.

"Pernah ada ide seperti itu, tapi setelah dihitung biaya perbaikannya lebih mahal. Nanti harga jualnya mahal juga," ungkap Edi.

Simak Video "Antimainstream! Lomba Menarik Gerbong Kereta Api 40 Ton"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA