Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 02 Sep 2019 22:10 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenang Kisah Heroik Pilot Penyelamat 184 Nyawa

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Kecelakaan United Airlines (CNN)
Jakarta - Mantan pilot United Airlines, Al Haynes meninggal dunia. Ia menyelamatkan 184 nyawa dalam kecelakaan pendaratan Iowa pada 1989.

Dilansir CNN, (2/9/2019), Al Haynes meninggal di usia 87 merupakan pensiunan pilot United Airlines. Haynes meninggal pekan lalu di sebuah rumah sakit Seattle dan belum diketahui penyebab kematiannya.

Pilot Haynes mendaratkan jet rusak 30 tahun lalu di Iowa, AS. Ia dan krunya berhasil menerbangkan pesawat DC-10 menuju Chicago.

Selama sekitar 45 menit setelah mesin ekornya gagal menyala pada 19 Juli 1989. Pendaratan darurat yang mengakibatkan kecelakaan di Bandara Sioux Gateway, Kota Sioux menewaskan 110 penumpang dan satu awak.

Menolak jadi pahlawan

Federal Aviation Administration (FAA) menganggap yang dilakukan Haynes dan krunya sebagai aksi kepahlawanan. Mereka bisa mencegah lebih banyak kematian, menurut Smithsonian National Air and Space Museum.

"Al tidak suka nama pahlawan dikaitkan dengan Al Haynes. Dia tidak pernah melihat dirinya sebagai pahlawan," kata Gary Brown, Direktur Layanan Darurat di Woodbury County, Iowa.

"Setiap dia berbicara tentang apa yang terjadi pada hari itu, dia berbicara tentang seluruh krunya. Dia berbicara tentang pramugari, apa yang seharusnya dilakukan para penumpang, para penyelamat di darat dan seluruh masyarakat yang datang," imbuh dia.

United Airlines berkabung atas mantan sang kapten. Maskapai pun berterimakasih atas apa yang dilakukan olehnya.

"Kami berterima kasih kepadanya atas layanannya sepanjang karirnya dan atas upaya yang luar biasa di atas Penerbangan UA232 pada 19 Juli 1989. Warisannya akan bertahan lama," kata United Airlines dalam sebuah pernyataan.

Mengenang Kisah Heroik Pilot Penyelamat 184 NyawaPilot Al Haynes (CNN)


Kecelakaan mematikan

Konologi kecelakaan pesawat yang dipiloti Haynes terbang dari Denver ketika dia mendengar ledakan besar. Hal itu diikuti oleh getaran singkat, terjadi sekitar 120 kilometer di utara Kota Sioux.

Suara itu adalah suara piringan kipas mesin yang retak dan keluar dari mesin bagian ekor. Piringan itu memutuskan jalur hidrolik pesawat, memotong semua jalur kemudi dan kontrol kecepatan.

"Ketika mesin gagal menyala, pesawat mulai berbelok ke kanan dan mulai berputar. Jika kita tidak menghentikannya dan berguling-guling, aku yakin hidung pesawat yang menyentuh tanah duluan akan meningkatkan kecepatannya sehingga tidak mungkin dikendalikan," kata Haynes.

Entah bagaimana, Haynes bersama kopilot Bill Records, insinyur Dudley Dvorak dan instruktur Dennis Fitch belajar cara mengendalikan pesawat dengan menggunakan kekuatan dari dua mesin pesawat yang tersisa. Katanya, itu seperti mengendarai mobil tanpa power steering, hanya lebih keras.

BACA JUGA: Pilot Kasih Tahu Cara Bertahan Hidup dari Kecelakaan Pesawat

Haynes dan Records berjuang mengendalikan dengan kontrol roda, memutarnya dengan putaran kanan, menuju Bandara Sioux City. Fitch berjuang hingga berlutut menggunakan kedua tangan untuk menggerakkan tuas throttle pesawat yang sulit untuk digerakkan.

Pramugari berusaha menjaga agar penumpang tetap tenang di kabin dan mempersiapkan mereka untuk pendaratan darurat.

"Satu penumpang mengira dia mengalami serangan jantung dan pramugari menenangkannya, dan ternyata dia tidak mengalami serangan jantung, dia hanya sangat gugup," kata Haynes.

"Aku akan memberitahumu apa yang terjadi, kita akan minum bir setelah semua ini selesai," kata Fitch pada Haynes.

"Yah, aku tidak minum. Tapi aku pasti akan minum," jawab Haynes sesuai dengan transkrip perekam penerbangan

Video kecelakaan diputar di berita TV selama berbulan-bulan. Lalu, pihak berwenang menciptakan kembali keadaan darurat dalam simulator penerbangan tetapi tetap tidak bisa mempertahankan kendali pesawat sampai mendarat.

Kehidupan yang sederhana

Haynes lahir di Paris, Texas AS. Ia kuliah di Texas A&M College, menurut biografinya di situs web Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Smithsonian.

Pada tahun 1952, ia memasuki program Pelatihan Kadet Penerbangan Angkatan Laut. Dia menjabat sebagai penerbang laut dan dibebaskan dari layanan pada tahun 1956.

Haynes bergabung dengan United Airlines tahun '56 dan bekerja sebagai insinyur penerbangan, perwira pertama dan kapten. Hidup sederhana selalu melingkupinya.

Ia pensiun dari United Airlines pada tahun 1991 dan tinggal di Seattle menjadi wasit sukarelawan di kompetisi Little League Baseball. Ia juga jadi penyiar di sebuah stadion sepak bola sekolah menengah.



Simak Video "Forum Federasi Pilot Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Mereka"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA