Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 18 Sep 2019 20:20 WIB

TRAVEL NEWS

Terkait Kebakaran Hutan, Apa Dampak Pada Pariwisata?

Pradito Rida Pertana
detikTravel
Ilustrasi Kebakaran hutan di Riau (Chaidir-detikcom)
Ilustrasi Kebakaran hutan di Riau (Chaidir-detikcom)
Kulon Progo - Kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia mengkhawatirkan. Bahkan, juga berdampak pada pariwisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan membuat promosi wisata di daerah terdampak diturunkan. Selain itu, Arief meminta Tour de Siak di Riau sebaiknya dibatalkan atau diundur.

"Untuk karhutla, semua bencana, terutama yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan kita harus mengumumkan. Jadi Kemenpar sudah mengumumkan, bahwa di sana terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan, itu wajib," ucap Arief disela-sela acara Focus Group Discussion bertema meraih 1 juta wisman ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur melalui pengembangan aksesibilitas Bandara YIA, ruang tunggu Bandara YIA, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (18/9/2019).

"Dan semua promosi terkait dengan yang terkena, contoh Riau dan lain sebagainya itu segera kita turunkan," imbuh Arief.

Selain itu, Arief juga menyoroti gelaran Tour de Siak yang berlangsung di daerah terdampak karhutla. Menurutnya, panitia harus segera mengambil keputusan terkait bergulirnya event tersebut, mengingat situasi dan kondisi di Riau masih belum memungkinkan.

"Sekarang kita ada masalah dikit apakah Tour de Siak diteruskan atau tidak? Itu harus segera diputuskan," kata Arief.

BACA JUGA: Raja Piton: Ular Langka Raksasa Korban Kebakaran Hutan Kalimantan

Perlu diketahui, lomba balap sepeda Tour de Siak adalah event berskala internasional yang saat ini memasuki kali ke-7 dalam penyelenggaraannya. Perlombaan tersebut bakal diikuti 13 tim dari 16 negara dan digelar mulai tanggal 18-22 September 2019.

"Karena kalau di sana kondisinya tidak memungkinkan, saya ingatkan teman-teman di Siak, Riau tidak bagus untuk longtermnya (jangka panjang). Jadi kalau memang tidak memungkinkan sebaiknya dibatalkan atau diundur dalam waktu yang akan diberitahukan selanjutnya," ucap Arief.

BACA JUGA: Kabut Asap di Indonesia, 28 Pesawat Lion Air Group Batal Terbang

Diketahui bersama, asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Riau. Asap pagi ini kian pekat, jarak pandang di Pekanbaru hanya tembus 500 meter saja.

BMKG Pekanbaru pada Rabu (18/9/2019) merilis jumlah titik panas yang semakin meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya. Pada confidence 70 persen, sebaran titik panas terpantau sebanyak 205.

Titik panas ini menyebar di sejumlah kabupaten di Riau. Di Kabupaten Bengkalis ada 6, Kampar 6, Dumai 10, Kuansing 1, Pelalawan 61, Rohil 58, Inhu 36 dan Inhil 27.

"Jarak pandang di Pekanbaru hari ini 500 meter. Di Kabupaten Inhu, 400 meter, Dumai 700 meter, Pelalawan 400 meter. Jarak pandang terbatas karena pengaruh asap," kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto dalam rilisnya yang diterima detikcom.

Simak Video "Karhutla di Konawe Terjadi Lagi, 5 Hektare Lahan Hangus "
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA