Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Okt 2019 07:55 WIB

TRAVEL NEWS

Curhat Orang Lokal soal Wacana Tiket Rp 14 Juta Pulau Komodo

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Dermaga Loh Liang Pulau Komodo (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikcom)
Dermaga Loh Liang Pulau Komodo (Muhammad Zaky Fauzi Azhar/detikcom)
Jakarta - Wacana kenaikan harga tiket Pulau Komodo sudah ramai dibahas para agen travel dan guide setempat. Salah satunya mengaku resah dan kecewa, apalagi sejauh ini belum ada kejelasan lebih lanjut.

"Orang-orang yang bergerak di pariwisata Flores dan Bali sedikit kecewa. Kami resah. Bahkan sudah ada yang batalin perjalanannya kemarin karena isu penutupan dan yang baru ini kenaikan," kata Florianus Nandi, guide lokal di Flores.




"Kalau saya pribadi sebenarnya cukup kecewa dengan wacana seperti ini. Bagi warga Indonesia berita begini tidak terlalu berarti. Tapi untuk orang luar berita begini berdampak ke rencana mereka. Tidak bagus pada wisata di Labuan Bajo dan masyarakat lokal," urai dia menegaskan.

Kata Flori, meskipun keberadaan sang naga purba tak terpusat di Pulau Komodo tetap banyak cruise atau kapal pesiar yang bersandar di Dermaga Loh Liang Pulau Komodo. Pengunjung dengan cruise atau private leisure ini boleh jadi ikut terimbas jika tarif mahal diberlakukan pada 2020.

"Tiket masuk yang jadi wacana itu mahal sekali. Semestinya pemerintah melihat nasib selanjutnya dari masyarakat di Kampung Komodo dan masyarakat lokal," kata Flori.




Wacana tiket masuk sebesar Rp 14 juta ke Pulau Komodo turut memunculkan kerisauan lain terkait mata pencaharian warga setempat. Saat ini masyarakat lokal banyak yang sudah beralih profesi dengan penghasilannya 50 persen berasal dari wisata. Jika tiket Pulau Komodo naik sedemikian besar, dan berdampak pada jumlah pengunjung, para warga setempat ini dikhawatirkan balik lagi ke profesi semula yakni nelayan, sehingga bakal berimbas pada ekosistem laut.

Sementara itu Imam Kriswanto, agen travel Bajo Cakrawala Cemerlang, menyebut bahwa bulan depan tamu yang dibawanya untuk melihat komodo pun sudah mengalami pengalihan, yakni tidak lagi ke Pulau Komodo.

"Sekitar bulan depan kami akan bawa influencer dari Kemenpar ke Pulau Rinca. Ada sekitar 14 orang dan lain-lain sekitar 50-an. Pengalihan dari Pulau Komodo ke Rinca bisa jadi karena wacana itu," kata dia.






Simak Video "Dear Pelancong, Taman Nasional Komodo Akan Tutup Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA