Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Nov 2019 15:21 WIB

TRAVEL NEWS

Perusahaan Diving Dituding Rusak Terumbu Karang di Sabang

Agus Setyadi
detikTravel
Ilustrasi terumbu karang (Foto: iStock)
Ilustrasi terumbu karang (Foto: iStock)
Banda Aceh - Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang mengancam akan mencabut izin PT. Monster Scuba Diving Centre jika terbukti merusak terumbu karang. Perusahaan ini dituding merusak lingkungan saat pembersihan Pantai Gapang.

"Apa yang telah dilakukan oleh PT. Monster Scuba Diving Centre sudah merusak lingkungan. Ini bertentangan dengan visi dan misi Pemerintah Daerah yang memanfaatkan alam sebagai tempat berwisata tanpa mengganggu atau merusak alamnya," kata Asisten II Bidang Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Sabang, Kamaruddin, kepada wartawan, Selasa (5/11/2019).

Pengerukan di Pantai Gapang dilakukan perusahaan diving tersebut akhir Oktober lalu. Menurut Kamaruddin, Pemkot Sabang saat ini sedang fokus mengembangkan wisata ramah lingkungan sehingga akan menindak pihak yang merusak lingkungan.

Kamaruddin mengaku Pemkot Sabang tidak pernah memberikan izin pengerukan ke perusahaan diving tersebut. Hal itu karena izin lingkungan untuk pesisir, laut dan hutan merupakan wewenang dari Pemprov Aceh.

"Apabila perusahaan tersebut terbukti melanggar aturan yang berlaku maka izin usahanya akan kita cabut dan tidak kita perpanjang lagi," jelas Kamaruddin.




"Terkait dengan sanksi yang akan diberikan, Pemkot Sabang akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Memang harus dilaporkan karena bukan hanya qanun Kota Sabang yang dilanggar akan tetapi juga Undang-undang lingkungan hidup," ungkapnya.

Kamaruddin menyebut PT. Monster Scuba Diving Centre melakukan pengerukan hanya mengandalkan surat izin yang dikeluarkan oleh kepala desa setempat. Dia meminta semua pihak agar tidak melakukan perusakan lingkungan di Kota Sabang.

"Pak wali kota berpesan pada kami, kalau tidak sesuai dengan aturan harus diproses sesuai dengan ketentuan. Sabang ini indah karena alamnya, kalau alam ini kita ganggu akan rusak dan tidak lagi indah," bebernya.

"Mungkin hasil dari pekerjaan itu bagus untuk sekelompok orang, namun tidak bagus bagi semua orang. Yang perlu diketahui itu adalah kawasan wisata dan punya publik bukan milik pribadi," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA