Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Nov 2019 07:20 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura yang Nyaman Tanpa Jurus Instan

Putu Intan Raka
detikTravel
Patung Merlion, ikonnya Singapura (Rafika Aulia/dTraveler)
Patung Merlion, ikonnya Singapura (Rafika Aulia/d'Traveler)
Singapura - Negara Singapura yang terkenal nyaman bagi wisatawan ternyata butuh perjuangan panjang untuk meraihnya. Singapura harus berkorban waktu, tenaga, dan uang.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Selasa (12/11/2019) Singapura membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk membuat negaranya senyaman sekarang. Berikut point-point yang Singapura lakukan:

1. Setelah merdeka, Singapura langsung bersih-bersih

Ambisi Singapura untuk menjadi negara maju agaknya memang telah dimulai tak lama sejak kemerdekaannya pada 1965. Founding father Singapura, Lee Kuan Yew memulai gerakan kebersihan sejak 1968. Langkah awal mengajarkan kebersihan ke penduduk Singapura adalah dengan melakukan berbagai kampanye, misalnya Keep Singapore Clean dan Use Your Hands. Inti dari kampanye itu adalah untuk memperkenalkan dan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli pada kebersihan.

Langkah lain yang ia tempuh adalah memberlakukan denda yang tak main-main bagi mereka yang membuang sampah sembarangan. Denda minimal yang ditetapkan adalah USD 217 atau sekitar Rp 3 juta. Selain itu, Singapura yang dikenal punya banyak aturan itu juga sampai melarang impor permen karet, membawa durian di kereta, dan denda kalau tidak membilas toilet.

Singapura yang Nyaman Tanpa Jurus InstanFoto: (iStock)


Saking cintanya dengan kebersihan, Singapura saat ini juga mempekerjakan 56 ribu tenaga kebersihan untuk membersihkan sampah di sana. Singapura juga mengeluarkan biaya yang tak sedikit agar fasilitas umum tetap bersih. Tak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan untuk kebersihan mencapai USD 87 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.

Kenapa negara ini begitu terobsesi dengan kebersihan? Lee Kuan Yew menjelaskan, bila negara itu bersih, perekonomian juga akan meningkat.

"Standar-standar ini akan menjaga moral tetap tinggi, tingkat penyakit rendah, dan dengan demikian akan menciptakan kondisi sosial yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam industri dan pariwisata. Ini akan berkontribusi bagi publik dan pada akhirnya menguntungkan semua orang," katanya.

BACA JUGA: Singapura 'Berdarah-darah' Menjadi Negara Bersih

2. Singapura sangat tegas dengan perokok

Tak cuma langsung bersih-bersih, selang 5 tahun setelah merdeka yaitu tahun 1970, Singapura juga langsung melarang orang merokok di tempat umum. Hingga kini, merokok sudah dilarang di seluruh gedung di Singapura, mulai dari perkantoran hingga instansi pemerintah. Orang-orang yang mau merokok harus pergi ke smoking area yang jauh dari keramaian.

Kenapa Singapura membuat aturan ini? Tentunya mereka ingin melindungi kesehatan orang-orang yang tidak merokok atau perokok pasif. Merokok dalam aturan ini didefinisikan sebagai menghirup dan mengeluarkan asap tembakau atau zat lain. Termasuk memegang cerutu, rokok, pipa atau segala bentuk produk tembakau lainnya yang menyala atau mengeluarkan asap.

BACA JUGA: Bagaimana Singapura Menjadi 'Neraka' Para Perokok?

Nah, apa konsekuensinya kalau melanggar aturan ini? Kamu harus siap dikenakan denda sebesar SGD 200 atau setara Rp 2 juta. Tak sampai di situ saja, kalau kasus ini berlanjut ke pengadilan, denda yang harus dibayar mencapai SD 1.000 atau setara Rp10,2 juta.

Kalau ketahuan merokok dengan vape atau rokok elektrik bagaimana? Singapura juga sudah melarang penggunaan rokok jenis ini sejak 1 Februari 2018. Bagi yang melanggar, siap-siap, ya untuk bayar denda SGD 2.000 atau setara Rp 20 juta.

Singapura yang Nyaman Tanpa Jurus InstanFoto: (iStock)


3. Aturan tegas juga berlaku di MRT

Jakarta yang baru punya MRT tahun 2019 ini bisa berguru ke Singapura yang sudah menangani penumpang MRT selama 32 tahun. Sebagai moda transportasi umum, kenyamanan di MRT tentu harus dijaga. Oleh sebab itu, Singapura punya segudang aturan untuk penumpang MRT.

Salah satu contohnya adalah melarang penumpang makan dan minum di dalam MRT. Bila kedapatan, bersiaplah untuk membayar denda sebesar SGD 500 atau setara RP 5,2 juta. Selain itu, di MRT juga dilarang merokok. Penumpang yang merokok akan dikenai denda SGD 1.000 atau sekitar Rp 10,5 juta. Akan tetapi, denda-denda ini belum seberapa bila penumpang meludah di MRT yang harus bayar denda SGD 5.000 atau setara Rp 52 juta.

Ini hanyalah beberapa contoh dari 24 denda yang berlaku bagi para penumpang nakal. Jadi, wajar bila MRT Singapura begitu digemari, termasuk bagi para traveler karena dapat mengirit ongkos untuk berpergian mengelilingi Singapura.

Singapura yang Nyaman Tanpa Jurus InstanFoto: (iStock)


BACA JUGA: Belajar dari Singapura, Inilah Aturan Naik MRT di Sana



Simak Video "Jelang Natal, Melaney Ricardo Akan Liburan ke Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA