Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Nov 2019 09:03 WIB

TRAVEL NEWS

Apa Jadinya jika Hiu Punah?

Bonauli
detikTravel
Foto: (iStock)
Foto: (iStock)
Jakarta - Keberadaan hiu di alam sangatlah penting. Bahkan ada dampak besar jika predator yang sering diburu ini, karena harganya yang mahal, mengalami kepunahan.

Topik tentang hiu terbilang kontroversi di berbagai belahan dunia. Hewan ini diburu khusus untuk diambil siripnya. Harganya pun tak main-main, satu mangkok kecil saja berkisar Rp 100.000.

Melalui wawancara dengan Dr Widodo Pranowo, Peneliti Madya Bidang Oseanografi pada Pusat Riset Kelautan KKP, Jumat (15/11/2019), detikcom ingin membagikan kepada traveler tentang apa yang terjadi jika hiu punah.




Mari mulai dengan pengetahuan dasar soal keseimbangan laut. Secara teoritik, alam laut memiliki suatu keseimbangan. Keseimbangan ini tercipta oleh adanya interaksi antara laut, pesisir, dan atmosfer beserta para makhluk penghuninya.

Apabila keseimbangan tersebut terganggu, maka alam tersebut akan merespons gangguan dan akan beradaptasi mencari keseimbangan yang baru. Secara khusus, yang terjadi pada ekosistem laut, terdapat suatu rantai makanan.

"Rantai makanan ini bermula dari fitoplankton yang bersel satu, dimakan zooplankton, lalu kedua macam plankton tersebut dimakan oleh biota laut yang ukurannya lebih besar seperti ikan-ikan kecil, atau udang-udang kecil dan cumi-cumi kecil. Kemudian biota kecil-kecil tersebut dimakan oleh biota yang ukurannya medium, dan kemudian secara berjenjang akan dimangsa oleh biota (predator) yang ukurannya lebih besar lagi," jelas Widodo.




Hiu adalah salah satu agen dari rantai makanan pada ekosistem laut tersebut. Jika hiu punah, jaring rantai makanan yang ada pun terganggu.

Seperti yang sudah dijelaskan, jika keseimbangan terganggu, maka akan ada perubahan. Gangguan tersebut dapat berupa berlimpahnya biota laut yang selama ini menjadi mangsaan Hiu. Gangguan juga bisa berupa ancaman terhadap biota pemangsa Hiu.

"Kedua skenario gangguan tersebut secara lebih lanjut memberikan dampak berantai kepada populasi agen-agen rantai makanan lainnya," ujar Widodo.

Begini contohnya, jika hiu punah maka ikan-ikan besar akan berada di agen teratas dalam rantai makanan. Dengan ledakan populasi ikan besar, maka kebutuhan makan pun jadi lebih banyak. Sehingga populasi ikan kecil akan menipis bahkan punah juga.

Ini mungkin dari segi rantai makanan saja. Tapi ada hal yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Hiu punya tugas penting dalam menjaga ekosistem.




Tugas yang dimaksudkan adalah peran hiu sebagai 'dokter' di lautan. Hiu akan memangsa ikan-ikan yang sakit di lautan sehingga penyakit tersebut tidak tertular ke ikan-ikan lainnya.

Bayangkan ini, hiu punah. ikan-ikan besar akan menjadi predator pertama untuk memangsa ikan kecil. Kemudian ikan kecil habis.

Secara lebih jauh, dampak tersebut dapat sampai juga kepada manusia sebagai agen omnivora tertinggi dalam sebuah jaring rantai makanan.

"Jadi, kembali lagi kepada Hiu. Ada berbagai jenis Hiu yang masing-masing punya kesukaan memangsa biota air yang berbeda-beda jenis. Dan terdapat hewan predator Hiu yang kemungkinannya juga berbeda-beda jenis pula," tutur Widodo.

Apa Jadinya jika Hiu Punah?Foto: Thinkstock

Hiu-hiu tersebut secara geografis juga memiliki wilayah dan lingkungan (hidup) migrasi yang berbeda-beda.

Sehingga ledakan populasi biota yang semula dimangsa oleh Hiu, dan menurunnya populasi biota atau hewan pemangsa Hiu pada setiap wilayah laut bisa saja berbeda.

Yang harus diingat adalah betapa pentingnya peran hiu bagi ekosistem laut. Yuk, kita jaga dan pelihara laut kita untuk masa depan yang lebih baik.



Simak Video "Wakatobi Surga Bawah Laut Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA