Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Jan 2020 19:16 WIB

TRAVEL NEWS

Tentang Foto Berwarna Langka Afrika Utara

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Foto berwarna di Afrika Utara tahun 1899 (Foto: Dok. Library of Congress)
Jakarta - Foto-foto berwarna yang langka ini berasal dari tahun 1899 atau abad ke-19. Suasana Afrika Utara saat itu terlihat lebih hidup.

Diberitakan CNN, ada foto para pria berkerumun di sekitar pawang ular sementara para wanita berkumpul di tempat teduh di dekatnya. Ada pula lanskap perkotaan ditandai dengan bangunan tinggi menjulang hingga pelabuhan-pelabuhan kolonialnya.

Foto-foto yang luar biasa ini adalah koleksi Perpustakaan Kongres. Fotografernya sebagian besar tidak diketahui dan teknik pengambilannya telah lama hilang atau tak dipakai lagi, disebut photochrom atau suatu bentuk fotolitografi.


Photochrom yakni, proses menghasilkan gambar berwarna dari negatif foto hitam putih. Itu melalui transfer langsung negatif foto ke pelat cetak litograf.

Abad ke-19 menandai periode pertumbuhan industri, teknik, dan kekaisaran. Dunia telah terbuka, ada banyak perjalanan melintasi samudera hingga jalur kereta api Inggris.

Foto Berwarna Langka Tahun 1899 Tentang Afrika UtaraPhotochrom (Foto: Dok. Library of Congress)

Pada akhir abad ini orang-orang Eropa Mulai memotret seluruh Afrika Utara, mengambil gambar dari berbagai kota kolonial. Mesir adalah protektorat Inggris, Aljazair koloni Prancis, Tunisia merupakan protektorat Prancis. Libya belum bersatu dan menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.

Photochrom dikembangkan di Swiss, 1890 setelah 10 tahun penelitian, merupakan terobosan dalam fotografi, kata Helena Zinkham, kepala divisi cetak dan foto di Perpustakaan Konres.

Foto Berwarna Langka Tahun 1899 Tentang Afrika UtaraPhotochrom (Foto: Dok. Library of Congress)

"Banyak orang berpikir semua foto lama berwarna hitam, putih, dan cokelat. Tapi nyatanya ada dorongan untuk memberi warna ke dalam foto dari awal penemuannya," katanya.

Photochrom menjadi jendela bagi pelancong Eropa. Mereka mengabadikan perjalanan berlayar menyusuri Sungai Nil hingga kunjungan ke pasar-pasar malam.


Perang Dunia Pertama membawa era fotografi ini pada kemunduran. Saat perjanjian damai ditandatangani, teknologi kamera berubah dan wisatawan bisa mengambil foto mereka sendiri daripada membeli photochrom yang rumit.

Photochrom kini adalah barang-barang kolektor yang hanya ada di museum dan perpustakaan. Tetapi dengan digitalisasi arsip, koleksi menemukan kehidupan baru di dunia online.




Simak Video "Telok Abang, Permainan Tradisonal Lorong Haji Umar 8 Ulu Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT