Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Mar 2020 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Cuan Travel Influencer Melayang, Gegara... Virus Corona

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Selebgram & travel influencer
Lauren Bullen, selebgram sekaligus travel influencer (dok. Instagram)
Jakarta -

Banyak jenis pekerjaan yang terpengaruh oleh virus Corona. Salah satunya adalah travel influencer yang cuannya melayang karena mereka tak bisa berpergian.

Travel blogger atau travel vlogger dan travel influencer dibayar mahal untuk mempromosikan destinasi wisata atau pun penginapan. Tapi saat ini, di tengah wabah virus Corona, mereka terpaksa kehilangan banyak pemasukan gara-gara tidak bisa bepergian.

Dirangkum detikTravel dari beberapa sumber, Senin (16/3/2020), salah satu travel influencer yang menderita gara-gara wabah virus Corona ini adalah Serena Taylor. Bulan Maret seharusnya jadi bulan yang sibuk buat Serena, yang followers-nya sudah mencapai 117 ribu orang di Instagram.

Tapi apa daya, gara-gara wabah virus Corona yang makin meluas, Serena terpaksa gigit jari. Orang-orang jadi tidak bisa berpergian, itu berarti pemasukan dari link afiliasi pemesanan hotel di blog dan Instagramnya berkurang drastis.

Pun demikian juga yang dirasakan Callum Snape, travel fotografer dari Vancouver, Kanada. Callum yang followers-nya sudah 819 ribu orang di Instagram mengaku sudah enam minggu terakhir tidak menerima tawaran pekerjaan.

"Virus Corona sudah mempengaruhi pendapatan saya secara massif. Sudah enam minggu ini tidak ada tawaran pekerjaan, sejak merebaknya wabah Corona," kata Callum seperti dikutip dari The New York Post.

Banyak travel blogger/influencer yang terpaksa membatalkan rencana perjalanan yang sudah dibuatnya. Contohnya Eric Stoen, pemilik akun @TravelBabbo di Instagram. Pekan lalu, Eric seharusnya berada di Berlin, Florensia, Catania dan Istanbul, bersama dengan istri dan tiga orang anaknya.

Tapi apa daya, rencana liburan yang sudah disusun itu batal gara-gara wabah virus Corona yang sudah sampai ke Eropa dan sekitarnya. Pihak maskapai tidak mau mengambil resiko, pun dengan pihak hotel.

"Jika saya hanya sendirian, saya pasti akan pergi di trip ini. Tapi dengan berbagai elemen yang terlibat, saya terpaksa membatalkan penerbangan dan juga hotel," kata Eric seperti dikutip dari Buzzfeed.

Tapi Eric tetap berencana pergi di bulan Mei atau Juni, sambil berharap semuanya akan kembali normal seperti sedia kala.

"Saya berharap dengan semua lockdown ini, kita bisa mengatasi virus ini bulan depan dan semua akan kembali normal di musim panas. Tidak ada yang tahu pasti memang, tapi untuk saat ini, kami tetap pada rencana musim panas kami," Eric menambahkan.

Tak semua travel influencer merasa sebal karena batal traveling gara-gara virus Corona. Ada juga yang secara sadar bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat global yang punya tanggung jawab sosial.

Tidak elok jika di saat ada pandemi global seperti sekarang, mereka malah bersenang-senang dan mempromosikan pariwisata di tengah situasi yang sedang berduka.

"Kami juga harus berpikir, jangan terlalu banyak traveling di saat seperti ini karena orang hanya akan melihat negatif untuk mempromosikan pariwisata di saat seperti sekarang," kata Lauren Bullen, selebgram dengan 2,1 juta pengikut di Instagram.

"Sulit untuk marah atau kesal saat saya kehilangan penghasilan, karena ada ribuan orang yang sudah kehilangan nyawanya akibat virus ini," kata Callum Snape.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA